1. Pengertian ERP
Secara umum
ERP (Enterprise Resource Planning) diartikan sebagai: (1) Sebuah sistem
informasi yang mengkoordinasikan seluruh sumber daya, informasi dan aktifitas
perusahaan. (2) Lebih jauh, Enterprise Resource Planning (ERP) adalah sebuah
sistem informasi perusahaan yang dirancang untuk mengkoordinasikan semua sumber
daya, informasi dan aktifitas yang diperlukan untuk proses bisnis lengkap. (3)
ERP merupakan software yang mengintegrasikan semua departemen dan
fungsi perusahaan ke dalam satu sistem komputer yang dapat melayani semua
kebutuhan perusahaan, baik dari departemen penjualan, HRD, produksi atau
keuangan. (4) Sistem ERP adalah sistem yang terintegrasi. Dimana Integrasi yang
dimaksud adalah menggabungkan berbagai kebutuhan pada satu software dalam satu
logical database, sehingga memudahkan semua departemen berbagi informasi dan
berkomunikasi.
Sistem ERP
didasarkan pada database pada umumnya dan rancangan perangkat lunak modular.
Database yang ada dapat mengijinkan setiap departemen dalam perusahaan untuk
menyimpan dan mengambil informasi secara real-time. Informasi tersebut harus
dapat dipercaya, dapat diakses dan mudah disebarluaskan. Rancangan perangkat
lunak modular harus berarti bahwa sebuah bisnis dapat memilih modul-modul yang
diperlukan, dikombinasikan dan disesuaikan dari vendor yang berbeda, dan dapat
menambahkan modul baru untuk meningkatkan unjuk kerja bisnis. Pada tulisan kali
ini, sistem ERP yang dibahas adalah sistem proses bisnis pada perusahaan
manufaktur.
2. Tujuan ERP
· Tujuan
sistem ERP adalah untuk mengkoordinasikan bisnis organisasi secara keseluruhan.
ERP merupakan software yang ada dalam organisasi/perusahaan yang digunakan
untuk :
·
Otomatisasi
dan integrasi banyak proses bisnis. Baik proses bisnis perusahaan manufaktur
atau jasa.
·
Membagi
database yang umum dan praktek bisnis melalui enterprise.
·
Menghasilkan
informasi yang real-time.
·
Memungkinkan
perpaduan proses transaksi dan kegiatan perencanaan.
3 . Sistem ERP
Sistem ERP
adalah sebuah terminologi yang diberikan kepada sistem informasi yang mendukung
transaksi atau operasi sehari-hari dalam pengelolaan sumber daya perusahaan.
Sumber daya tersebut meliputi dana, manusia, mesin, suku cadang, waktu,
material dan kapasitas. Konsep dari sistem ERP dapat diilustrasikan sebagai
berikut :
Paket sistem
ERP biasanya terdiri atas sekumpulan modul-modul yang dapat mendukung berbagai
fungsi dan proses pada perusahaan. Alur proses bisnis yang terjadi dalam
perusahaan komersial, baik yang menghasilkan produk barang jasa secara umum
merupakan satu siklus kontinu mulai dari permintaan konsumen, pembuatan produk,
penyerahan produk, penagihan, pembayaran dan layanan purnajual
Penerapan
ERP dalam perusahaan PT. HM Sampoerna
PT. HM
Sampoerna adalah salah satu dari perusahaan rokok terbesar di Indonesia selain
Gudang Garam dan Djarum. Dalam perkembangannya, operasional harian menjadi
sangat rumit. Salah satu departemen yang mengalaminya adalah departemen
logistik yang pekerjaan hariannya menyatukan data-data persediaan bahan baku,
distribusi bahan baku, data produksi. Data-data tersebut terkumpul pada akhir
jam kerja, sehingga menyulitkan. Ini dilakukan dengan manual, sehingga bisa
dibayangkan sulitnya jika data-data tersebut terdiri dari ribuan data dan
memerlukan proses yang lama. Masalah tersebut mendorong PT. HM Sampoerna untuk
membangun Teknologi Informasi, yang dimulai pada tahun 1992.
Pembangunan
fondasi sistem TI di HMS dimulai tahun 1992, sedangkan peralihan dari pola
local area network (LAN) ke wide area network (WAN)
dilakukan pada 1995. Setelah itu, aplikasi bisnis korporat menjadi fokus
perhatian berikutnya. Setelah melalui proses screening, manajemen memutuskan
untuk menggunakan aplikasi ERP dari Oracle (yang masih dipakai hingga
sekarang). “Sampoerna memang memakai Oracle, sedangkan Philip Morris di seluruh
dunia memakai SAP. Ke depan, tentunya mesti sama. Saat ini, untuk
mengintegrasikan sistemnya. Menurut Sugiharto Hartono, Direktur Penjualan,
Perencanaan, Sistem & Pengembangan PT Panamas, penggunaan ERP dari Oracle
itu mencakup hampir semua proses bisnis penting, mulai dari akuntansi dan
keuangan, manufaktur, hingga pengadaan barang dan manajemen barang jadi. ERP
Oracle juga digunakan di anak usaha HMS, yakni PT Panamas (perusahaan penjualan
dan distribusi HMS) dan PT Handal Logistik Nusantara (perusahaan logistik dan
pergudangan). “Unit-unit bisnis dalam naungan Sampoerna juga menggunakan
aplikasi yang dikembangkan sendiri untuk melengkapi solusi ERP. Bukti sudah
modernnya sistem TI di HMS juga terlihat pada sistem rantai pasokan (supply
chain management).
Puluhan ribu
petani tembakau HMS semuanya sudah dikelola dengan bantuan TI, yakni sistem
berbasis bar code. Di bar code itu tercatat nama petani, luas petaknya, jenis
tembakau dan varietasnya, dan sebagainya. Jadi, ketika panen, tembakau (yang
dibungkus) sudah bisa dikirim dengan bar code. Dengan begitu, di tempat
penampungan – yakni di Lombok dan Madura – hasil panen tadi sudah bisa langsung
dipindai (scan), sehingga tidak perlu ada petugas yang mencatat lagi. Sistem
barcoding telah diterapkan pula dalam kegiatan pembelian material dan proses di
gudang. sistem barcoding digunakan karena grade daun tembakau yang dihasilkan
para petani berbeda-beda. Saat ini, HMS mengonsumsi 60-70 ribu ton tembakau
kering per tahun. Sayangnya, Angky mengaku tidak ingat luas lahan total yang
dipakai oleh para petani tembakau yang memasok panennya buat HMS. Sebagai
gambaran, per hektare kebun tembakau bisa berproduksi 15-20 ton. Sesuai dengan
prosesnya, daun tembakau yang dipanen akan disimpan di gudang selama 18-24
bulan supaya mengalami proses fermentasi alami.
Teknologi
canggih sudah digunakan HMS di pabrik-pabriknya. Mulai dari kegiatan
operasional pabrik, mesin blending hingga pengujian rokok, sudah menggunakan
sistem robotika. Dengan begitu, proses analisisnya tidak lagi menggunakan rasa,
melainkan memakai data, sehingga kualitas produknya bisa sama. “Kalau pakai
rasa dan penciuman manusia, kualitasnya tidak akan sama. Selain itu, jumlahnya
banyak. Bayangkan saja, untuk satu adukan jumlahnya mencapai 15 ton. Tidak
mungkin (dikerjakan) oleh manusia, jadi, di Sampoerna itu, dari hulu ke hilir
sudah serba elektronik. Dengan bekal sistem yang cukup canggih, menurut
Sugiharto, ketika PM masuk sebenarnya tidak terjadi “revolusi” pada aspek TI di
HMS. Ia lebih senang menyebut perubahan yang dibawa PM sebagai pengembangan dan
penambahan saja. “Tujuan utama kami adalah mendapatkan kekuatan sinergi antara
Sampoerna dan Philip Morris. Kami mempertahankan apa yang sudah berjalan dengan
baik, dan mengambil keuntungan dari apa yang sudah dimiliki oleh Philip Morris
untuk meningkatkan keadaan.
Setelah
masuknya PM memang ada beberapa perubahan di bidang TI. Antara lain, pengembangan
jaringan infrastruktur dengan menambah koneksi ke kantor cabang penjualan dan
pergudangan yang belum terhubung, yang jumlahnya sekitar 30 kantor. Perubahan
lain adalah penerapan metodologi proyek untuk semua proyek TI di HMS. Ia
mengakui, pendekatan metodologi proyek ini merupakan kekuatan PM. Ada lagi,
proses standardisasi dengan solusi aplikasi yang dimiliki oleh Philip Morris
juga sedang berlangsung. Kami melihat bahwa proses ini akan terus berlangsung
dalam dua-tiga tahun ke depan.
Strategi TI
HMS lebih pada mengonsolidasikan sistem aplikasi yang ada, dan memberi respons
pada permintaan bisnis yang baru. Misalnya, melakukan stardardisasi proses
bisnis dengan mengimplementasi solusi ERP yang sama yang digunakan oleh HMS
kepada semua unit bisnis.
Proses
konsolidasi dan integrasi aplikasi yang berlangsung terus – bersamaan dengan
implementasi bisnis sistem yang baru – memungkinkan mereka dapat memonitor
indikator kinerja penting (Key Performance Indicator) dengan lebih baik.
Misalnya, masalah efisiensi pada operasional back office di Panamas. Sistem TI
itu antara lain mampu mengurangi level overtime, di samping salesman dan staf
administrasi dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat. “Sekarang kami juga
dapat melihat kinerja penjualan dan pergerakan inventori secara tepat waktu.
Dan, kami dapat meningkatkan servis ke pelanggan. Meskipun penerapan TI ini
sudah direncanakan untuk jangka panjang, sebaiknya PT. HM Sampoerna selalu
melakukan perubahan-perubahan kecil untuk membantu meraih keberhasilan dari
pelaksanaan paket software baru ini. Setelah divisi TI terpisah dari
perusahaan, bagian terpenting dari perusahaan yang baru ini harus tetap
memperhatikan aktivitas pemeliharaan dari sistem TI PT. HM Sampoerna tanpa
menutup kesempatan untuk melayani perusahaan lain. Untuk pelayanan yang
disediakan PT. HM Sampoerna, dapat memberi harga apa yang disebut metode
transfer prising sehingga perusahaan baru tersebut dapat mengatur keuangannya
sendiri.
Sejak 2006
HMS sudah mempunyai HR system, yaitu PeopleSoft HR, sebagai master data semua
karyawan. PeopleSoft HR ini mempunyai banyak sekali modul yang sudah
diimplementasikan untuk kebutuhan HMS, seperti Medical Claim, Training,
Customer Issue Tracking dan Manager Self Service. PeopleSoft HR ini juga
terhubung dengan sistem lokal lainnya: penggajian karyawan (payroll), Sampoerna
Performance & Development System, Sampoerna Phonebook, dan sistem lain yang
membutuhkan data karyawan dari PeopleSoft. Sementara itu, parent company HMS
saat ini, PMI (yang berbasis di Swiss), sudah mempunyai Global SAP HR
system, yang disebut HR2U. Nah, HR2U ini adalahglobal HR system untuk PMI
dan dipakai di semua afiliasinya yang berjumlah 160 negara. HR2U ini memiliki
beberapa modul global yang telah dipakai afiliasinya di ratusan negara, seperti
Global Performance Management, Global Reporting dan Global Compensation. HR2U
ini merupakan master system. Singkatnya, HR2U merupakan source of all
HR information untuk seluruh perusahaan afiliasi di lingkungan PMI. HR2U
ini tidak pernah menerima data dari luar sistem ke HR2U, tetapi sebaliknya
sistem induk inilah yang memberikan data. Adapun sistem SAP, database-nya
sama, bisa pakai apa saja. Namun, sifat aplikasinya cenderung lebih propietery (khusus).
Jadi, cenderung membangun dari mereka sendiri, datang dari client server.
Dengan begitu, ada sedikit perbedaan dari segi arsitektur. Walaupun, tidak
begitu transparan di mata user kebanyakan.
Selain
perbedaan fundamental dari sisi teknologi antara PeopleSoft dan SAP, tantangan
lain dalam menghubungkan kedua sistem tersebut adalah belum ditemukannya vendor
yang pernah melakukan integrasi sistem data HR dengan skala yang sangat besar.
Ketika itu, saya mencari beberapa vendor global. Umumnya mereka mengatakan bisa
melakukan, tapi mereka mengaku belum pernah mengerjakan hal semacam itu. Sebab,
selama ini, HR system memang tidak pernah dibuatkan interface-nya
Penerapan
suatu ERP sistem itu adalah suatu proses yang kontinu. Begitu dimulai sudah
tidak mungkin lagi dihentikan dan tidak ada titik kesempurnaannya. Yang ada
hanyalah proses penyempurnaan yang tak terhenti. Maka penilaian ERP juga mesti
dilakukan dengan sungguh-sungguh. Banyak faktor yang perlu dipikirkan pada
seleksi ERP. Pada umumnya, ERP yang masuk ke Indonesia sudah teruji
kesuksesannya. Namum kesuksesan di negara lain belum tentu bisa menjadi suatu
jaminan bagi kita. Masalah sumber daya manusia dan infrastruktur juga menjadi
faktor penentu ERP akan berkembang terus sesuai dengan tuntutan konsumen. Yang
jelas perkembangan ERP pada masa depan ini akan dititik-beratkan pada beberapa
hal, yaitu, lebih mendukung customer service, lebih mendukung vertical industri
spesifik (vertical industry), dan juga lebih mendukung proses pengambilan
keputusan (decision support). ERP masa depan juga akan lebih fleksibel dalam
penerapan, pemakaian dan cara pembiayaan. Begitu juga banyak manfaat bagi PT.
HM Sampoerna dalam membangun teknologi informasi seluruh sector dapat dengan
mudah mendapatkan informasi apa saja yang mereka perlukan serta Perusahaan
mampu langsung dapat merespon dalam Cepat merespon perubahan resep rokok.
Setelah ERP diterapkan, seluruh informasi data dapat dengan cepat
dikoordinasikan ke semua departemen. Ketika seorang staff memerlukan komputer
baru dan manajer sedang tidak ada di kantor dan harus menunggu untuk meminta
persetujuan, ini merupakan salah satu hal yang tidak efisien. Setelah TI
diterapkan, staf itu dapat langsung memberitahukan lewat jaringan sehingga
manajer langsung dapat memberi persetujuan,sehingga dengan adanya teknologi
informasi hambatan seperti itu sudah dapat diatasi. PT. HM Sampoerna berencana
untuk membangun TI dalam jangka panjang serta mengalokasikan dana sebesar US$ 5
juta setiap tahun. Pembangunannya pun bukan hanya dilakukan oleh tim TI
internal dan regional, tapi dibantu oleh banyak vendor, baik dari luar negeri
maupun lokal, seperti IBM, Sigma dan Mitrais. “Pengembangan TI itu dimaksudkan
supaya proses bisnis lebih efektif, akurat dan cepat,” kata Aryani. “Juga, agar
bisa terintegrasi dengan sistem Philip Morris secara worldwide
Dalam
pandangan Kristianus Yulianto, pengamat TI dari sebuah perusahaan konsultan TI,
bisa memberikan benefit penting bagi HMS, yakni adopsi tool atau teknologi baru
dari PM yang sudah teruji keandalannya. Maksudnya, selama ini infrastruktur TI
dan teknologi PM sudah sangat terkenal dan menjadi best practice di industri
rokok. Dalam praktik di lapangan, teknologi itu akan berpengaruh pada semua
level di HMS. Untuk level atas akan berguna dalam analisis dan pengambilan
keputusan; dan bagi level menengah berfungsi dalam pengontrolan dan analisis
operasional; sedangkan di level bawah bisa menyederhanakan proses.
“Ujung-ujungnya, akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Selain itu,
secara otomatis akan terbangun kultur baru yang lebih positif, dan mendukung
kinerja perusahaan.
Business
Intelligence
1. Apa itu
Business Intelligence atau BI ?
Secara singkat, Business Intelligence atau lebih sering disingkat BI (baca: bi - ai) adalah seperangkat solusi sistem informasi yang dapat menuntun kepada percepatan pengambilan keputusan dalam tingkat akurasi yang tinggi (valid).
Sebagai
contoh, informasi yang dihasilkan adalah metrik performa aktual penjualan vs
target penjualan (sales), pengeluaran vs anggaran (finance), analisa tren
produksi vs tren permintaan (capacity planning), dan lain-lain. Kenapa BI ?
Pengambilan
keputusan memerlukan data dari sistem BI yang berasal dari kumpulan :
1. data faktual
2. data
perencanaan.
3. maupun
data prediksi.
4. yang
diolah menjadi informasi yang komprehensif - dan biasanya komparatif - sehingga
dapat memberikan gambaran.
besar bahkan
menyeluruh akan kondisi bisnis dan organisasi pada :
1. masa
lalu.
2. masa kini.
3. dan tren
ke masa depan.
Dari
tuntunan informasi yang dihasilkan ini, diharapkan pengguna sistem BI dapat
mengambil keputusan dengan cepat dan tegas - serta tingkat resiko yang lebih
kecil.
Konsekuensi
pengambilan keputusan yang cepat tentu sangat besar, antara lain dapat
memenangkan persaingan dimana kita sudah mengambil langkah antisipatif setelah
mengetahui informasi satu atau beberapa langkah ke depan dibanding pesaing
kita.
2. Dua Aspek Business Intelligence
Batasan
definisi yang lebih terinci dari Business Intelligence dapat dibagi dalam dua
aspek, yaitu :
Metode-metode
atau teknik dalam praktek mendefinisikan, mengumpulkan dan mempresentasikan
data dan aturan bisnis yang terikat dengannya menjadi informasi strategis yang
dapat dimengerti dengan mudah oleh berbagai level pelaku bisnis. Strategis
disini artinya adalah dapat mendukung pengambilan keputusan dalam frame waktu
yang semakin baik dari hari ke hari. Kumpulan teknologi dan aplikasi sistem
terkomputerisasi yang mendukung hal di atas.
3. Data Warehouse dan Business Intelligence
Business
Intelligence dan Data Warehouse adalah dua hal yang sebenarnya berbeda namun
hampir tidak bisa dipisahkan. Hubungan antar keduanya sedemikian erat sehingga
kita tidak bisa membicarakan BI tanpa Data Warehouse.
Sebagai
solusi yang sangat bergantung pada data berkualitas tinggi, solusi BI akan
menghasilkan informasi yang akurat jika sumber datanya baik dan akan
menghasilkan informasi yang salah jika sebaliknya. Selain itu respon sistem BI
juga harus baik sehingga dapat mencapai tujuannya dari sisi efisiensi waktu.
Terkait
dengan hal tersebut, sumber data pada organisasi yang kompleks dan besar
biasanya perlu diolah agar dapat digunakan baik oleh sistem tersebut.
Kompleksitas
yang biasanya terjadi adalah sumber data tersebar di berbagai titik dan pernah
memiliki siklus pengembangan bertahap.
Konsekuensinya,
isi data bisa berbeda pada tiap titik area fisik, dan pada tiap periode waktu
siklus pengembangan. Data demikian hampir dipastikan perlu perlakuan tertentu
agar seragam namun tetap valid. Dan jika tidak ditangani dengan disiplin yang
baik pada tahap pengembangannya, data cenderung menjadi "kotor".
Data
Warehouse memenuhi kriteria tersebut, yaitu merupakan database tersendiri
merupakan hasil konsolidasi, pembersihan, penyesuaian, dan optimalisasi data sehingga
layak dijadikan sebagai sumber data informasi untuk sistem BI.
Proses
menghasilkan data warehouse ini tidak sederhana dan menuntut pembahasan sendiri
yang intens. Bahkan bisa diklaim di hampir semua kasus, jika dimasukkan sebagai
bagian proyek BI maka Data Warehouse merupakan task yang paling lama
pengembangannya.
Perapan Business Intelligence pada
PT BANK MANDIRI(PERSERO)Tbk
PT BANK MANDIRI(PERSERO) Tbk
PT Bank
Mandiri (PERSERO) Tbk. ((Indonesia) Bursa Efek Indonesia: Profil Bank Mandiri)
adalah bank yang berkantor pusat di Jakarta, dan merupakan bank terbesar di
Indonesia dalam hal aset, pinjaman, dan deposit. Bank ini berdiri pada tanggal
2 Oktober 1998 sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang
dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank milik
Pemerintah yaitu, Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor
Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo),
digabungkan ke dalam Bank Mandiri.
Perapan Business Intelligence pada
PT BANK MANDIRI(PERSERO)Tbk
Bank Mandiri
terus berkomitmen meningkatkan layanan kepada nasabah melalui penguatan
infrastruktur teknologi informasi (TI), sehingga dapat mendorong tingkat
kepuasan nasabah dalam bertransaksi di Bank Mandiri.
Bank Mandiri
dalam pengembangan infrastruktur TI tersebut juga akan mendukung pengembangan
bisnis Bank Mandiri pada 2010, antara lain bisnis retailpayment untuk
meningkatkan penghimpunan dana murah, pengembangan high yieldbusiness,
peningkatan jasa pelayanan nasabah korporasi dengan memperluas jasa layanan,
membangun sinergi antar unit bisnis termasuk kantor wilayah dan unit pendukung
secara menyeluruh, serta optimalisasi sinergi dengan anak perusahaan.
Sementara
itu, Aliansi Unit Bisnis akan difasilitasi dengan sistem Customer
Relationship Management yang terintegrasi dan dilengkapi Business
Intelligence untuk meningkatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan nasabah. Bank
Mandiri juga mengembangkan piranti Integrated Regulatory Reporting System dan Enterprise
Risk Management untuk memastikan tata kelola perusahaan dijalankan dengan
baik.
Bank Mandiri
adalah salah satu bank terkemuka di Indonesia yang memberikan pelayanan kepada
nasabah yang meliputi segmen usaha Corporate, Commercial, Micro
& Retail, Consumer Finance dan Treasury & International
Banking. Bank Mandiri pada saat ini memiliki anak-anak perusahaan untuk
mendukung bisnis utamanya yaitu: Mandiri Sekuritas (jasa dan layanan pasar
modal), Bank Syariah Mandiri (perbankan syariah), AXA-Mandiri Financial
Services (asuransi jiwa), Bank Sinar Harapan Bali (UMKM) serta Mandiri Tunas
Finance (jasa pembiayaan),
Per 30
September 2009, kredit tumbuh 15,7% (Year on Year) atau sebesar Rp 25,5
triliun, yaitu dari Rp 162,8 triliun menjadi Rp 188,3 triliun. Jumlah dana
murah meningkat 17,6% atau sebesar Rp 25,4 triliun, yaitu dari Rp 143,8 triliun
menjadi Rp 169,1 triliun. Net Interest Margin (NIM) mengalami
penurunan dari 5,46% menjadi 5,21%. Cost Efficiency Ratio (CER)
membaik dari 43,0% menjadi sebesar 39,0%. Rasio Net NPL terjaga di level 0,85%.
Laba bersih mencapai Rp 4,62 triliun, atau tumbuh 16,8% dari pencapaian periode
yang sama tahun 2008 yang tercatat sebesar Rp 3,95 triliun.
Komponen Dasar BI
Pada
dasarnya komponen BI mencakup gathering, storing, analyzing danproviding
access to data. Dan penggunaan Business Intelligence tidak dipungkiri
memiliki keamanan yang kurang dan timbul masalah di berbagai perusahaan lain ,
contohnya :
a. Manager
Promosi ingin menganalisis pengaruh tiap jenis media iklan di koran, majalah,
dan TV terhadap penjualan produk.
b. Manager
HRD dapat menganalisis pengaruh kenaikan gaji terhadap peningkatan
produktivitas pekerja di lantai pabrik.
c. Manajer
Penjualan ingin mengetahui pengaruh musim dan kepadatan penduduk terhadap
penjualan es krim di tiap daerah
DAMPAK POSITIF(KENUNTUNGAN) /VALUE BAGI PT
MANDIRI PERSERO Tbk
Dalam
penerapannya pun memiliki banyak keuntungan yang sangat banyak bagi pt
perbankan khususnya dikarenakan penggunaan nya dan penerapannya menguntungkan
nasabah bagi kenyamanan bertransaksi dan mendapatkan feedback dari nasabah
kepada Bank Mandiri untuk semakin banyak menabung dan memberikan kenyamanan
bagi setiap nasabahnya .
VALUE yang
diperoleh antara lain :
· Konsolidasi
informasi Dengan BI dijalankan di dalam perusahaan, data akan diolah dalam satu
platform dan disebarkan dalam bentuk informasi yang berguna (meaningful) ke
seluruh organisasi. Dengan ketiadaan information assymmetry, kolaborasi dan
konsolidasi di dalam perusahaan dapat diperkuat. Dengan konsolidasi, maka dapat
dimungkinkan pembuatan cross-functional dan corporate-wide reports.
Meskipun harus diakui, benefit ini juga mampu disediakan oleh software ERP.
· In-depth
reporting Software Business Process Management (BPM) memang mampu
memberikan report dan analisis, namun cukup sederhana dan hanya bertolak pada
kondisi intern. Sedangkan BI mampu menyediakan informasi untuk isu-isu bisnis
yang lebih besar pada level strategis.
· Customized
Graphic User Interface (GUI) Beberapa ERP memang berusaha membuat tampilan
GUI yang user friendly, namun BI melangkah lebih jauh dengan menyediakan
fasilitas kustomisasi GUI. Sehingga tampilan GUI jauh dari kesan teknis dan
memberikan view of business sesuai dengan keinginan masing-masing user.
· Sedikit
masalah teknis karena sifatnya yang user friendly meminimasi
kemungkinan operating error dari user, dan BI hanya merupakan softwarepada layer teratas
(information processing) dan bukan business process management.
· Biaya
pengadaan rendah karena BI hanya software yang bekerja pada layerteratas
dari pengolahan informasi, harga software-nya tidak semahal ERP. Biaya
pengadaannya pun menjadi lebih murah dibandingkan ERP. Apalagi saat ini banyak
ditunjang juga oleh produk BI yang open source.
· Databank BI
yang fleksibel membuka kemungkinan untuk berkolaborasi dengan ERP sebagai
pemasok databank yang akan diolah menjadi reports danscorecard, namun
BI juga dapat bekerja dari databank yang dibuat terpisah. BI pun
menjadi terbuka untuk digunakan oleh analis profesional dan peneliti, yang data
olahannya bersifat sekunder.
· Kecepatan
(responsiveness) merupakan sifat BI lain yang tidak dimiliki oleh ERP.
Misalnya pada penghitungan service level sebagai salah satu Key
Performance Indicator (KPI). Fungsi BI akan memberikan peringatan kepada
user sebelum batas bawah dalam service level (lower limit)
terlampaui. Akibatnya masalah bisa ditangani sebelum benar-benar muncul ke
permukaan. Salah satu contoh pada responsiveness adalah industri
kesehatan, penggunaan BI berjasa mencegah penyebaran suatu penyakit/wabah
secara luas (outbreak). Nama-nama vendor BI memang masih asing di Indonesia.
SUMBER :


0 comments:
Post a Comment