Wednesday, November 23, 2016

TM3-STI (D1041151072_Achmed Zakqie Perdana)


Pengertian ERP



Image result for ERP digital image

ERP (Enterprise Resource Planning


ERP (Enterprise Resource Planningi) atau sering juga disebut Perencanaan Sumber Daya Perusahaan, merupakan, sebuah sistem informasi, perangkat lunak, sekaligus framework yang ditujukan untuk proses manajemen inventarisasi dan kontrol pada perusahaan, perencanaan distribusi barang, proses produksi barang, keuangan, pemesanan barang, dan sejumlah aktifitas lainnya terkait dengan barang di dalam sebuah industri/perusahaan dan fungsi lainnya.
Fungsi-fungsi tersebut terpisah oleh modul-modul perangkat lunak, namun saling terhubung dengan satu pusat data yang terintegrasi. Dengan banyaknya fungsional yang terlibat di dalamnya, ERP menjadi sistem yang bersifat enter once, use many ways. Artinya, pengguna hanya menggunakan satu akses ke dalam sistem dan akan mendapatkan tampilan serta hak akses sesuai dengan peran dan tanggung jawab (role & responsibilities) yang diberikan oleh perusahaan.

Untuk mendapat gambaran yang lebih luas mengenai ERP, berikut adalah beberapa pengertian ERP menurut parah ahli.

1.     Menurut Monk (2001:153), ERP (Enterprise Resource Planning) adalah sebuah sistem yang membantu untuk mengatur proses bisnis seperti marketing, produksi, pembelian, dan accounting dalam suatu kesatuan yang terintegrasi.
2.     Menurut Hau dan Kuzic (2010), ERP (Enterprise Resource Planning) adalah multi-modul, solusi aplikasi pengemasan bisnis yang memungkinkan organisasi untuk mengintegrasikan proses bisnis dan kinerja perusahaan, pendistribusian data umum, pengelolaan sumber daya serta menyediakan akses informas secara aktual.
3.     Menurut O’Brien (2005:699), ERP (Enterprise Resource Planning) adalah software lintas fungsi terpadu yang merekayasa ulang proses manufaktur, distribusi, keuangan, sumber daya manusia, dan proses bisnis lainnya dari suatu perusahaan untuk memperbaiki efisiensi, kelincahan, dan profitabilitasnya.
4.     Menurut O’Leary (2000), ERP (Enterprise Resource Planning) adalah sebuah sistem berbasiskan komputer yang didesain untuk memproses transaksi-transaksi perusahaan dan memfasilitasi perencanaan yang terintegrasi dan real time, produksi, dan respon konsumen.

Berikut merupakan gambaran sejarah perkembangan ERP. Disekitar tahun 1960, dunia manufaktur membuat teknik perhitungan manufaktur. Dasar perhitungan adalah menggunakan Bill of Material yang berupa daftar kebutuhan bahan baku (Raw Material) yang dibutuhkan untuk membuat suatu produk. Dengan perhitungan status persediaan inventory serta jadwal produksi, sistem tersebut dapat memberikan rekomendasi pembelian bahan baku yang dibutuhkan. Sistem ini dikenal dengan MRP, yang merupakan singkatan dari Material Requirement Planning.

Di tahun 1970 proses MRP diintegrasikan dengan fungsi-fungsi bisnis manufaktur lain, yang kemudian menghasilkan sistem baru yang disebut dengan Manufacturing Resource Planning yang dikenal sebagai MRPII. MRPII merupakan sebuah sistem yang dapat dipakai untuk merencanakan semua kebutuhan manufaktur secara efisien yang meliputi business planning, sales and operation planning, dan system execution support.

Pada awal tahun 1990-an dunia industry mengembagkan MRPIImenjadi sebuah sistem dengan scope yang lebih luas yang dikenal yang kemudian dikenal dengan Enterprise Resource Planning (ERP).nERP di desain untuk melakukan otomasi proses bisnis untuk perusahaan skala menengah ke atas. Hal ini juga meliputi proses manufacturing, distribution, personnel, project management, payroll, dan finance. ERP merupakan informasi yang dapat mengidentifikasi dan perencanaan kebutuhan akan sumberdaya secara luas.


 Penerapan ERP pada Perusahaan Pertamina


Sebelum itu kalian harus mengeetahui apa itu SAP 

Secara pengertian SAP (System Application and Product in data processing) adalah suatu software yang dikembangkan untuk mendukung suatu organisasi dalam menjalankan kegiatan operasionalnya secara lebih efisien dan efektif.


PT. PERTAMINA akan memakai versi mySAP ERP pada tahun 2009 atau sering disebut mySAP 2005 atau mySAP saja, setelah sebelumnya memakai generasi SAP R/3. mySAP 2005 akan membantu perusahaan dalam manajemen jalur suplai, manajemen hubungan dengan konsumen, manajemen masa edar (life-cycle) produk, dan manajemen hubungan dengan penyuplai. mySAP 2005 misalnya sebagai salah satu generasi dari SAP, akan melengkapi solusi secara terintegrasi untuk analisis dan inteligen bisnis, termasuk manajemen usaha strategis dan keuangan, operasi, dan analisis kekuatan kerja.
PT. PERTAMINA dengan lingkup bisnis yang luas dan besar,pasti memerlukan sekali perangkat lunak yang membantu semua proses bisnisnya secara terintegrasi. Itulah sebab dipilih mySAP. Namun sekali lagi bahwa software ini hanyalah sekedar tool yang membantu perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, tetapi yang terpenting adalah proses bisnis yang didefinisikan di dalam sistem dan orang yang menjalankan sistem tersebut.
ERP sering disebut sebagai Back Office System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. Berbeda dengan Front Office System yang langsung berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk e-commerce, Customer Relationship Management (MRP), e-government, dll.




Business Intelligence



Image result for Pengertian Business Intelligence


Business Intelligence adalah sekumpulan teknik dan alat untuk mentransformasi dari data mentah menjadi informasi yang berguna dan bermakna untuk tujuan analisis bisnis. Teknologi BI dapat menangani data yang tak terstruktur dalam jumlah yang sangat besar untuk membantu mengidentifikasi, mengembangkan, dan selain itu membuat kesempatan strategi bisnis yang baru
Tujuan dari BI yaitu untuk memudahkan interpretasi dari jumlah data yang besar tersebut. Mengidentifikasi kesempatan yang baru dan mengimplementasikan suatu strategi yang efektif berdasarkan wawasan dapat menyediakan bisnis suatu keuntungan pasar yang kompetitif dan stabilitas jangka panjang.

Terdapat beberapa pendapat mengenai definisi dari Business Intelligence, diantaranya :

1.     Secara umum Business Intelligence (BI) merupakan sebuah proses untuk melakukan ekstraksi data-data operasional perusahaan dan mengumpulkannya dalam sebuah data warehouse yang selanjutnya diproses menggunakan berbagai analisis statistik dalam proses data mining, sehingga didapat berbagai kecenderungan atau pattern dari data (Choirul, 2006).
2.     Business Intelligence adalah rangkaian aplikasi dan teknologi untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan menyuguhkan akses data untuk membantu petinggi perusahaan dalam pengambilan keputusan (Stevans, 2008).
3.     Business Intelligence (BI) merupakan representasi dari aplikasi dan teknologi untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisa dan menyediakan akses terhadap data untuk membantu user dalam suatu perusahaan untuk mengambil keputusan yang lebih baik (Nirwasita,2008).

Keuntungan Business Intelligence

Teknologi BI ini membantu perusahaan untuk menganalisis perubahan tren dalam pangsa pasar, perubahan perilaku pelanggan dan pengeluaran pola, preferensi pelanggan, kemampuan perusahaan dan kondisi pasar. Hal ini digunakan untuk membantu analisis dan manager menentukan penyesuaian yang paling mungkin untuk merespon perubahan tren. Ia telah muncul sebagai sebuah konsep untuk menganalisis data yang dikumpulkan dengan tujuan untuk membantu unit pengambilan keputusan mendapatkan pengetahuan yang lebih baik yang komprehensif dari sebuah operasi, organisasi dan dengan demikian membuat keputusan bisnis lebih baik.


Karakteristik business Intelligence

1. Tujuan utama dari business intelligence adalah untuk menyediakan alat dan metodologi bagi knowledge workers untuk membuat keputusan yang efektif dan tepat waktu.

2. Ketersediaan Data yang relevan menjadi hal yang penting dalam BI sehingga dapat menyampaikan data yang sangat lengkap serta tidak terdapat adanya kesalahan dalam kekurangan data ataupun dalam pengambilan keputusan dengan data yang tidak lengkap lagi relevan,

3.Kemampuan yang dimiliki BI tersebut mempermudah dalam bidang bisnis dengan adanya kemampuan analisis dan memenuhi permintaan pengguna

4. Struktur pendukung dalam pengambilan keputusan yang lebih baik serta menentukan strategi untuk misi dan tujuan kedepan.

Penerapan Business Intelligence Pada Perusahaan Pertamina 

PT. Pertamina Lubricants

Salah satu pengguna sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dan Business Intelligence (BI) di PT Pertamina (Persero) adalah PT Pertamina Lubricants yang merupakan Anak Perusahaan di bisnis pelumas (berdiri sejak tahun 2013). PT. Pertamina Lubricants tidak memiliki keistimewaan menjalankan bisnis Public Service Obligation (PSO) atau menjual produk bersubsidi. Oleh karenanya PT. Pertamina Lubricants harus memiliki keunggulan bersaing. Salah satu yang dapat menjadi sumber keunggulan bersaing adalah pemanfaatan BI dalam pengambilan keputusan.

Tujuan dari Pemanfaatan BI :

(1) Mengukur tingkat kematangan pemanfaatan Business Intelligence di PT Pertamina Lubricants, dan mengidentifikasi hal-hal yang perlu dilakukan dalam meningkatkan manfaatnya.

(2) Mengevaluasi organisasi dan pekerja yang memiliki keterampilan serta otorisasi yang diperlukan untuk pemanfaatan Business Intelligence di PT Pertamina Lubricants. Alat ukur yang digunakan adalah Gartner’s Maturity model for Business Intelligence and Performance Management. Maturity model Gartner ini memiliki fokus terhadap 3 aspek yakni: People, Process & Metrics, Technology. Dalam maturity model ini terdapat 5 tingkatan: unaware, opportunistic (tactical), standards (focused), enterprise (strategic) dan transformative (pervasive). Pengumpulan data primer dalam penelitian ini dilakukan dengan cara survei, diskusi (Focus Group Discussion), dan wawancara serta audit sistem dan studi literatur. Survei dilakukan terhadap kelompok pemilik user id BI dan non pemilik user id BI. Kemudian dilakukan analisis kesenjangan (gap analysis) terhadap kedua kelompok. Selanjutnya dilakukan analisa SWOT.

Sebagai hasilnya

(1) Tingkat kematangan pemanfaatan Business Intelligence di PT Pertamina Lubricants berada pada tingkat 2 (Opportunistic). Hal yang perlu dikembangkan dalam jangka pendek terutama adalah pada Aspek Process & Metrics.

(2) Saat ini belum ada organisasi baik formal maupun informal, dan pekerja di PT. Pertamina Lubricants yang secara spesifik memiliki tugas memelihara dan mengembangkan sistem Business Intelligence.





0 comments:

Post a Comment