Pengertian ERP

ERP (Enterprise
Resource Planning)
ERP (Enterprise Resource Planningi) atau sering juga disebut Perencanaan
Sumber Daya Perusahaan, merupakan, sebuah sistem informasi, perangkat lunak,
sekaligus framework yang ditujukan untuk proses manajemen
inventarisasi dan kontrol pada perusahaan, perencanaan distribusi barang,
proses produksi barang, keuangan, pemesanan barang, dan sejumlah aktifitas
lainnya terkait dengan barang di dalam sebuah industri/perusahaan dan fungsi lainnya.
Fungsi-fungsi tersebut terpisah oleh modul-modul
perangkat lunak, namun saling terhubung dengan satu pusat data yang
terintegrasi. Dengan banyaknya fungsional yang terlibat di dalamnya, ERP
menjadi sistem yang bersifat enter once, use many ways. Artinya, pengguna hanya menggunakan satu akses ke dalam
sistem dan akan mendapatkan tampilan serta hak akses sesuai dengan peran dan tanggung jawab (role & responsibilities)
yang diberikan oleh perusahaan.
Untuk mendapat gambaran yang lebih
luas mengenai ERP, berikut adalah beberapa pengertian
ERP menurut parah ahli.
1. Menurut Monk (2001:153), ERP
(Enterprise Resource Planning) adalah sebuah sistem yang membantu untuk
mengatur proses bisnis seperti marketing, produksi, pembelian, dan accounting
dalam suatu kesatuan yang terintegrasi.
2. Menurut Hau dan Kuzic (2010), ERP
(Enterprise Resource Planning) adalah multi-modul, solusi aplikasi pengemasan
bisnis yang memungkinkan organisasi untuk mengintegrasikan proses bisnis dan
kinerja perusahaan, pendistribusian data umum, pengelolaan sumber daya serta
menyediakan akses informas secara aktual.
3. Menurut O’Brien (2005:699), ERP
(Enterprise Resource Planning) adalah software lintas fungsi terpadu yang
merekayasa ulang proses manufaktur, distribusi, keuangan, sumber daya manusia,
dan proses bisnis lainnya dari suatu perusahaan untuk memperbaiki efisiensi,
kelincahan, dan profitabilitasnya.
4. Menurut O’Leary (2000), ERP
(Enterprise Resource Planning) adalah sebuah sistem berbasiskan komputer yang
didesain untuk memproses transaksi-transaksi perusahaan dan memfasilitasi
perencanaan yang terintegrasi dan real time, produksi, dan respon konsumen.
Berikut merupakan gambaran sejarah perkembangan ERP. Disekitar
tahun 1960, dunia manufaktur membuat teknik perhitungan manufaktur. Dasar
perhitungan adalah menggunakan Bill of Material yang berupa daftar kebutuhan
bahan baku (Raw Material) yang dibutuhkan untuk membuat suatu produk. Dengan
perhitungan status persediaan inventory serta jadwal produksi, sistem tersebut
dapat memberikan rekomendasi pembelian bahan baku yang dibutuhkan. Sistem ini
dikenal dengan MRP, yang merupakan singkatan dari Material Requirement Planning.
Di tahun 1970 proses MRP diintegrasikan dengan fungsi-fungsi bisnis manufaktur
lain, yang kemudian menghasilkan sistem baru yang disebut dengan Manufacturing
Resource Planning yang dikenal sebagai MRPII. MRPII merupakan sebuah sistem
yang dapat dipakai untuk merencanakan semua kebutuhan manufaktur secara efisien
yang meliputi business planning, sales and operation planning, dan system
execution support.
Pada
awal tahun 1990-an dunia industry mengembagkan MRPIImenjadi sebuah sistem
dengan scope yang lebih luas yang dikenal yang kemudian dikenal dengan
Enterprise Resource Planning (ERP).nERP di desain untuk melakukan otomasi
proses bisnis untuk perusahaan skala menengah ke atas. Hal ini juga meliputi
proses manufacturing, distribution, personnel, project management, payroll, dan
finance. ERP merupakan informasi yang dapat mengidentifikasi dan perencanaan
kebutuhan akan sumberdaya secara luas.
ERP (Enterprise Resource Planningi) atau sering juga disebut Perencanaan Sumber Daya Perusahaan, merupakan, sebuah sistem informasi, perangkat lunak, sekaligus framework yang ditujukan untuk proses manajemen inventarisasi dan kontrol pada perusahaan, perencanaan distribusi barang, proses produksi barang, keuangan, pemesanan barang, dan sejumlah aktifitas lainnya terkait dengan barang di dalam sebuah industri/perusahaan dan fungsi lainnya.
Di tahun 1970 proses MRP diintegrasikan dengan fungsi-fungsi bisnis manufaktur lain, yang kemudian menghasilkan sistem baru yang disebut dengan Manufacturing Resource Planning yang dikenal sebagai MRPII. MRPII merupakan sebuah sistem yang dapat dipakai untuk merencanakan semua kebutuhan manufaktur secara efisien yang meliputi business planning, sales and operation planning, dan system execution support.
Pada awal tahun 1990-an dunia industry mengembagkan MRPIImenjadi sebuah sistem dengan scope yang lebih luas yang dikenal yang kemudian dikenal dengan Enterprise Resource Planning (ERP).nERP di desain untuk melakukan otomasi proses bisnis untuk perusahaan skala menengah ke atas. Hal ini juga meliputi proses manufacturing, distribution, personnel, project management, payroll, dan finance. ERP merupakan informasi yang dapat mengidentifikasi dan perencanaan kebutuhan akan sumberdaya secara luas.
Penerapan ERP pada Perusahaan Pertamina
Sebelum itu kalian harus mengeetahui apa itu SAP
PT. PERTAMINA akan memakai
versi mySAP ERP pada tahun 2009 atau sering disebut mySAP 2005 atau mySAP saja, setelah
sebelumnya memakai generasi SAP R/3. mySAP 2005 akan membantu perusahaan dalam
manajemen jalur suplai, manajemen hubungan dengan konsumen, manajemen masa edar
(life-cycle) produk, dan manajemen hubungan dengan penyuplai. mySAP
2005 misalnya sebagai salah satu generasi dari SAP, akan melengkapi solusi
secara terintegrasi untuk analisis dan inteligen bisnis, termasuk manajemen
usaha strategis dan keuangan, operasi, dan analisis kekuatan kerja.
PT. PERTAMINA dengan lingkup bisnis yang luas dan
besar,pasti memerlukan sekali perangkat lunak yang membantu semua proses
bisnisnya secara terintegrasi. Itulah sebab dipilih mySAP. Namun sekali lagi
bahwa software ini hanyalah sekedar tool yang membantu perusahaan dalam
menjalankan bisnisnya, tetapi yang terpenting adalah proses bisnis yang
didefinisikan di dalam sistem dan orang yang menjalankan sistem tersebut.
ERP sering disebut sebagai Back
Office System yang
mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam
sistem ini. Berbeda dengan Front
Office System yang langsung
berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk e-commerce, Customer Relationship
Management (MRP), e-government, dll.
PT. PERTAMINA dengan lingkup bisnis yang luas dan besar,pasti memerlukan sekali perangkat lunak yang membantu semua proses bisnisnya secara terintegrasi. Itulah sebab dipilih mySAP. Namun sekali lagi bahwa software ini hanyalah sekedar tool yang membantu perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, tetapi yang terpenting adalah proses bisnis yang didefinisikan di dalam sistem dan orang yang menjalankan sistem tersebut.
ERP sering disebut sebagai Back Office System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. Berbeda dengan Front Office System yang langsung berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk e-commerce, Customer Relationship Management (MRP), e-government, dll.
Business Intelligence

Business Intelligence adalah sekumpulan
teknik dan alat untuk mentransformasi dari data mentah menjadi informasi yang berguna dan bermakna
untuk tujuan analisis bisnis. Teknologi BI dapat menangani data yang tak terstruktur
dalam jumlah yang sangat besar untuk membantu mengidentifikasi, mengembangkan,
dan selain itu membuat kesempatan strategi bisnis yang baru
Tujuan dari BI yaitu untuk memudahkan interpretasi
dari jumlah data yang besar tersebut. Mengidentifikasi kesempatan yang baru dan
mengimplementasikan suatu strategi yang efektif berdasarkan wawasan dapat
menyediakan bisnis suatu keuntungan pasar yang kompetitif dan stabilitas jangka
panjang.
Terdapat beberapa pendapat mengenai
definisi dari Business
Intelligence, diantaranya :
1. Secara
umum Business Intelligence (BI) merupakan sebuah proses untuk
melakukan ekstraksi data-data operasional perusahaan dan mengumpulkannya dalam
sebuah data warehouse yang selanjutnya diproses menggunakan
berbagai analisis statistik dalam proses data mining, sehingga didapat berbagai
kecenderungan atau pattern dari data (Choirul, 2006).
2. Business
Intelligence adalah
rangkaian aplikasi dan teknologi untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis,
dan menyuguhkan akses data untuk membantu petinggi perusahaan dalam pengambilan
keputusan (Stevans, 2008).
3. Business
Intelligence (BI)
merupakan representasi dari aplikasi dan teknologi untuk mengumpulkan,
menyimpan, menganalisa dan menyediakan akses terhadap data untuk membantu user
dalam suatu perusahaan untuk mengambil keputusan yang lebih baik
(Nirwasita,2008).
Keuntungan Business Intelligence
Teknologi BI ini
membantu perusahaan untuk menganalisis perubahan tren dalam pangsa pasar,
perubahan perilaku pelanggan dan pengeluaran pola, preferensi pelanggan,
kemampuan perusahaan dan kondisi pasar. Hal ini digunakan untuk membantu
analisis dan manager menentukan penyesuaian yang paling mungkin untuk merespon
perubahan tren. Ia telah muncul sebagai sebuah konsep untuk menganalisis data
yang dikumpulkan dengan tujuan untuk membantu unit pengambilan keputusan
mendapatkan pengetahuan yang lebih baik yang komprehensif dari sebuah operasi,
organisasi dan dengan demikian membuat keputusan bisnis lebih baik.
Karakteristik business Intelligence
1. Tujuan utama dari business intelligence adalah untuk menyediakan alat dan metodologi bagi knowledge workers untuk membuat keputusan yang efektif dan tepat waktu.
2. Ketersediaan Data yang relevan menjadi hal yang penting dalam BI sehingga dapat menyampaikan data yang sangat lengkap serta tidak terdapat adanya kesalahan dalam kekurangan data ataupun dalam pengambilan keputusan dengan data yang tidak lengkap lagi relevan,
3.Kemampuan yang dimiliki BI tersebut mempermudah dalam bidang bisnis dengan adanya kemampuan analisis dan memenuhi permintaan pengguna
4. Struktur pendukung dalam pengambilan keputusan yang lebih baik serta menentukan strategi untuk misi dan tujuan kedepan.
Penerapan Business Intelligence Pada Perusahaan Pertamina
PT. Pertamina Lubricants
Salah satu pengguna
sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dan Business Intelligence (BI) di PT
Pertamina (Persero) adalah PT Pertamina Lubricants yang merupakan Anak
Perusahaan di bisnis pelumas (berdiri sejak tahun 2013). PT. Pertamina
Lubricants tidak memiliki keistimewaan menjalankan bisnis Public Service
Obligation (PSO) atau menjual produk bersubsidi. Oleh karenanya PT. Pertamina
Lubricants harus memiliki keunggulan bersaing. Salah satu yang dapat menjadi
sumber keunggulan bersaing adalah pemanfaatan BI dalam pengambilan keputusan.
Tujuan dari Pemanfaatan
BI :
(1) Mengukur tingkat
kematangan pemanfaatan Business Intelligence di PT Pertamina Lubricants, dan
mengidentifikasi hal-hal yang perlu dilakukan dalam meningkatkan manfaatnya.
(2) Mengevaluasi
organisasi dan pekerja yang memiliki keterampilan serta otorisasi yang
diperlukan untuk pemanfaatan Business Intelligence di PT Pertamina Lubricants.
Alat ukur yang digunakan adalah Gartner’s Maturity model for Business
Intelligence and Performance Management. Maturity model Gartner ini memiliki
fokus terhadap 3 aspek yakni: People, Process & Metrics, Technology. Dalam
maturity model ini terdapat 5 tingkatan: unaware, opportunistic (tactical),
standards (focused), enterprise (strategic) dan transformative (pervasive).
Pengumpulan data primer dalam penelitian ini dilakukan dengan cara survei,
diskusi (Focus Group Discussion), dan wawancara serta audit sistem dan studi
literatur. Survei dilakukan terhadap kelompok pemilik user id BI dan non
pemilik user id BI. Kemudian dilakukan analisis kesenjangan (gap analysis)
terhadap kedua kelompok. Selanjutnya dilakukan analisa SWOT.
Sebagai hasilnya
(1) Tingkat kematangan
pemanfaatan Business Intelligence di PT Pertamina Lubricants berada pada
tingkat 2 (Opportunistic). Hal yang perlu dikembangkan dalam jangka pendek
terutama adalah pada Aspek Process & Metrics.
(2) Saat ini belum ada
organisasi baik formal maupun informal, dan pekerja di PT. Pertamina Lubricants
yang secara spesifik memiliki tugas memelihara dan mengembangkan sistem
Business Intelligence.
0 comments:
Post a Comment