Tuesday, November 22, 2016

TM3-STI (D1041151062_Ifan Varian)




Enterprise Resource Planning


Pengertian ERP

ERP (Enterprise Resource Planningi) atau sering juga disebut Perencanaan Sumber Daya Perusahaan, merupakan, sebuah sistem informasi, perangkat lunak, sekaligus framework yang ditujukan untuk proses manajemen inventarisasi dan kontrol pada perusahaan, perencanaan distribusi barang, proses produksi barang, keuangan, pemesanan barang, dan sejumlah aktifitas lainnya terkait dengan barang di dalam sebuah industri/perusahaan, yang dilakukan secara digital.

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas mengenai ERP, berikut adalah beberapa pengertian ERP menurut para ahli.

1.    1.   Menurut Daniel E. O’ Leary dalam bukunya Enterprise Resource Planning Systems (Systems, Life Cycle, Electronic Commerce and Risk), ERP adalah paket software powerful yang memungkinkan perusahaan mengintegrasikan berbagai fungsi yang terpisah.

2.   2.    Menurut James Hall dalam bukunya Accounting Information Systems (Buku 1, Edisi 13, Halaman 45), ERP adalah model sistem informasi yang memungkinkan perusahaan mengotomatiskan dan mengintegrasikan berbagai proses bisnis utamanya.

3. 3.      Menurut Ellen Monk dan Bret Wagner dalam bukunya Concepts in Enterprise Resource Planning (Third Edition, Halaman 1), program ERP adalah core software yang digunakan perusahaan untuk mengkoordinasi informasi pada setiap area bisnis. Program ERP membantu untuk mengelola proses bisnis perusahaan secara luas menggunakan satu database dan satu sistem pelaporan manajemen.


Penerapan ERP 

Berikut ini adalah ringkasan poin-poin yg bisa digunakan sebagai pedoman pada saat implementasi ERP:

• ERP adalah bagian dari infrastruktur perusahaan, dan sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan.
• Semua orang dan bagian yang akan terpengaruh oleh adanya ERP harus terlibat dan memberikan dukungan ERP ada untuk mendukung fungsi bisnis dan meningkatkan produktivitas, bukan sebaliknya.
• Tujuan implementasi ERP adalah untuk meningkatkan daya saing perusahaan Pelajari kesuksesan dan kegagalan implementasi ERP, jangan berusaha membuat sendiri praktek implementasi ERP.
• Ada metodologi tertentu untuk implementasi ERP yang lebih terjamin keberhasilannya.
• Gagalnya ERP :
- Waktu dan biaya implementasi yang melebihi anggaran Pre-implementation tidak dilakukan dengan baik
- Strategi operasi tidak sejalan dengan business process design dan pengembangannya
- Orang-orang tidak disiapkan untuk menerima dan beroperasi dengan sistem yang baru

Pemanfaatan ERP secara tepat akan memberikan keuntungan dan nilai lebih bagi perusahaan, antara lain:

1.      1 . Sistem yang terintegrasi akan memberikan tingkat data valid yang lebih tinggi serta menghilangkan duplikasi atau redudansi data.

2.       2 .Informasi yang diperlukan perusahaan dapat diperoleh dengan lebih cepat, bahkan secara real time.

3.       3 .Hanya ada satu portal akses sistem bagi seluruh pengguna dan menyajikan user interface yang cenderung sama sehingga pengguna lebih mudah menggunakannya.

4.       4 .Pemanfaatan sistem yang terintegrasi akan menjadikan proses bisnis lebih cepat dan bersifat paperless karena dihilangkannya beberapa proses manual yang tidak diperlukan lagi.

5.    5. Kontrol terhadap keamanan, ketersediaan dan kehandalan sistem menjadi lebih mudah karena semua sistem yang digunakan masing-masing fungsional telah terintegrasi.


Berikut Contoh Perusahaan yang Menerapkan ERP
1)      PT Kereta Api Indonesia (PT KAI)
Software yang digunakan : SAP ERP
Unit Fungsional :
unit kerja di Kantor Pusat, Daerah Operasi, serta Divisi Regional
Tujuan :
Dengan adanya penerapan SAP ERP, akan menciptakan sebuah platform tunggal yang terinterkoneksi dengan keuangan, sumber daya manusia, dan kegiatan operasional PT KAI lainnya. Selain itu, SAP ERP juga bisa berguna untuk menentukan apakah sebuah rute yang dilalui oleh kereta api bisa ditambah frekuensinya atau bahkan bisa dihapuskan.

2)      PT. Semen Gresik
Software : JD Edwards
Unit Fungsional : Bagian Finansial
Tujuan :
untuk mendukung bisnis proses yang ada di Semen Gresik dengan penerapan pertama kali dilakukan di bagian finansial. Dengan berjalannya waktu, implementasi dilakukan di bagian penjualan dan kemudian di bagian manufakturing.

3)      PT. Jamu Puspo Indonesia (JPI)
Software : SAP
Unit Fungsional : Divisi Pemasaran
Tujuan :
untuk berubah menjadi lebih cepat dan akurat dalam pengambilan keputusan, serta menjadikan proses bisnis mereka lebih efisien. Serta dapat merespon permintaan pelanggan dengan lebih cepat dan akurat.



BUSINESS INTELLIGENCE

Pengertian Business Itelligence

Business Intelligence adalah sekumpulan teknik dan alat untuk mentransformasi dari data mentah menjadi informasi yang berguna dan bermakna untuk tujuan analisis bisnis. Teknologi BI dapat menangani data yang tak terstruktur dalam jumlah yang sangat besar untuk membantu mengidentifikasi, mengembangkan, dan selain itu membuat kesempatan strategi bisnis yang baru. Tujuan dari BI yaitu untuk memudahkan interpretasi dari jumlah data yang besar tersebut. Mengidentifikasi kesempatan yang baru dan mengimplementasikan suatu strategi yang efektif berdasarkan wawasan dapat menyediakan bisnis suatu keuntungan pasar yang kompetitif dan stabilitas jangka panjang.
Teknologi BI menyediakan riwayat, pandangan sekarang dan prediksi dari operasi bisnis. Fungsi-fungsi umum dari teknologi inteligensi bisnis adalah pelaporan, pemrosesan analisis daring, analitis, penggalian data, penggalian proses, pemrosesan kejadian kompleks, manajemen performansi bisnis, pengukuran, penggalian teks, analitis prediktif dan analitis preskriptif.
BI dapat digunakan untuk mendukung sejumlah besar keputusan bisnis mulai dari operasi sampai strategis. Keputusan operasi termasuk penempatan dan harga produk. Keputusan strategis termasuk prioritas, tujuan dan arah pada tingkat yang lebih luas. Pada semua kasus, BI lebih efektif bila digabungkan dengan data yang didapat dari pasar tempat perusahaan beroperasi (data eksternal) dengan data dari sumber internal bisnis perusahaan seperti data operasi dan finansial (data internal). Bila digabungkan, data eksternal dan internal bisa menyediakan gambaran yang lebih lengkap, yang efeknya, menciptakan "inteligensi" yang tidak dapat diturunkan dari kumpulan data tunggal manapun.
Istilah "Business Intelligence" awalnya ditemukan oleh Richar Millar Devens dalam "Cyclopedia of Commercial and Business Anecdotes" pada tahun 1865. Devens menggunakan istilah tersebut untuk menjelaskan bagaimana seorang bankir, Sir Henry Furnese, mendapatkan profit dengan memainkan informasi tentang lingkungannya, sebelum kompetitornya. "Sepanjang Holandia, Flanders, Perancis, dan Jerman, dia memelihara rentetan inteligensi bisnis yang komplit dan sempurna. Berita-berita dari banyak pertempuran pertama kali diterima olehnya, dan jatuhnya Namur menambah keuntungannya, berkat penerimaan paling awal dari berita." (Devens, (1865), p. 210). Kemampuan untuk mengumpulkan dan bereaksi berdasarkan informasi yang diterima, suatu kemampuan yang Furnese sangat handal, sampai sekarang masih menjadi jantung dari BI.


Karakteristik Business Intelligence

  Sistem Business Intelligence yang baik mempunyai berbagai karakteristik (Stevans,2008), diantaranya :

 1.Tujuan utama
   Seluruh sistem komputer mempunyai tujuan utama bagi seluruh pengguna sesuai dengan    kebutuhan penguna masing-masing. 

 2.Ketersediaan data yang relevan
   Masalah ketersediaan data merupakan poin yang paling penting dalam sistem business        intelligence yang efektif. Dalam proses pembuat keputusan sering terjadi penyampaian      informasi yang tidak lengkap atau bahkan yang tidak sebenarnya. Namun dengan              dukungan BI, ketersediaan data yang relevan dapat diatasis ehingga dapat menyuguhkan    data-data yang relevan.

 3.Kemampuan
   Dalam hal ini terdapat kemampuan BI yang paling utama yaitu dapat memberikan              kemudahan akses untuk informasi terbaru dari bisnis yang berjalan serta peluang yang      diproyeksikan, selain itu Bi dapat memenuhi kapabilitas untuk melakukan analisis dan      memenuhi permintaan pengguna.

 4.Struktur Pendukung
   Dalam BI, sistem pendukung didalamnya tidak hanya terdiri dari hardware dan software,    namun juga terdiri dari suatu proses yang dibuat untuk pengambilan keputusan yang          lebih baik serta untuk menentukan strategi untuk misi dan tujuan kedepan.


Penerapan Businnes Intelegence
1.Businnes Intelegence pada Industri Retail
Mengamati pertumbuhan industri retail di Indonesia, customer relationship management (CRM)sebagai pemicu utama dalam pelaku bisnis yang cerdik untuk mendesain ulang fokus bisnis mereka pada pelanggan. Perusahaan retail pada umumnya memiliki pelanggan yang besar dan pada umumnya pelanggan memiliki keinginan yang berbeda-beda. Dengan adanya implementasi CRM maka pihak manajemen dapat mengotomatisasi interaksi dengan pelanggan dan tim penjualan serta dapat menganalisis data pelanggan yang diperoleh dari POS transaction, layanan pelanggan, dan lain-lain sehingga pihak manajemen dapat mendapatkan insight terhadap kebutuhan pelanggan dan mengembangkan hubungan one-to-one dengan pelanggan, desain dan kampanye promosi, optimalisasi tata letak produk. Analytical CRM menggunakan business intelligence tools seperti data warehousing, data mining, dan OLAP. Beberapa penggunaan dari analytical CRM adalah customer segmentation, campaign/promotion effectiveness analysis, customer lifetime value, customer loyalty analysis, cross selling, product pricing, and target marketing (Hair, 2007). Beberapa perusahaan retail mulai mengajak para pembeli yang belum menjadi member dengan menerbitkan member card, bekerja sama dengan bank dengan memberikan potongan harga, dll. Pihak manajemen mulai menyadari pentingnya mendapatkan data pelanggan yang komprehensif, dimana data tersebut dapat memberikan informasi seperti karakteristik pelanggan (umur, jenis kelamin, status pernikahan, pendidikan, pekerjaan, pendapatan per bulan), perilaku pelanggan (masukan dari pelanggan terkait produk dan layanan, rekomendasi dari pelanggan terkait produk dan layanan, produk subsitusi yang digunakan oleh pelanggan, loyalitas pelanggan terhadap layanan suatu merk suatu produk) , dan pengeluaran pelanggan (harga pembelian, kuantitas, frekuensi pembelian yang berulang, keinginan pelanggan membeli produk yang lain dan layanan dari produsen tertentu, dll) (Zhou & Lei, 2011). Berdasarkan segmentasi pelanggan yang dilakukan oleh Shuwen Zhou dan Guanghong Lei (2011) dapat disimpulkan bahwa:
1.Kategori 1 merupakan pelanggan-pelanggan yang bekerja di perkantoran sebagai profesional dan manajer dan memiliki pendidikan yang cukup tinggi, memiliki rumah dan mobil. Berdasarkan informasi yang didapat, pelanggan pada kategori ini belum memiliki bayi, pendapatan tahunan tidak terlalu tinggi tetapi mereka menyukai berbelanja terutama “fashion”. Fokus konsumsi pada kategori ini adalah kosmetik yang berkualitas tinggi, CD orisinal, majalah dan produk peralatan rumah tangga pada umumnya. Pada umumnya mereka tidak tertarik membeli makanan dan minuman karena penghasilan yang cukup tinggi. Strategi marketing yang cocok untuk kategori ini adalah memberikan kualitas produk dan layanan yang lebih tinggi untuk menarik pelanggan karena pelanggan yang berada dikategori ini tidak terlalu tertarik dengan potongan harga.
2.Kategori 2 merupakan pelanggan-pelanggan yang bekerja di pabrik sebagai pekerja dan mekanik, dan memiliki penghasilan yang cukup rendah, beberapa memiliki rumah, berbelanja makanan, keperluan rumah tangga, produk balita. sebagian besar merupakan wanita yang suka ke supermarket untuk membeli lebih banyak barang. Pada umumnya mereka tertarik terhadap diskon promosi, sehingga keuntungan tidak terlalu tinggi.

3.Kategori 3 merupakan pelanggan yang memiliki pendidikan rendah, penghasilan rendah yang hampir sama dengan pekerja pabrik. Pada umumnya mereka membeli komoditas lebih banyak pada saat diskon yang cukup besar. Strategi pemasaran untuk kategori ini adalah memberikan diskon promosi terhadap komoditas tersebut sehingga lebih menarik pelanggan.


sumber :
  • http://aditiariz.blogspot.co.id/2015/09/pengertian-erpenterprise-resource.html
  • http://vischaarrofiv.blogspot.co.id/2015/03/definisi-business-intelligence.html
  • http://sis.binus.ac.id/2013/05/27/penerapan-business-intelligence-pada-industri-perbankan-retail-dan-pendidikan/

0 comments:

Post a Comment