Pengertian Enterprise Resource
Planning(ERP)
Pengertian
ERP(Enterprise Resource Planning) adalah
sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang
berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan
dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan.
Enterprise
Resource Planning merupakan sebuah
teknologi sistem informasi yang terintegrasi dan digunakan oleh manufaktur
kelas dunia dalam meningkatkan kinerja perusahaan. ERP adalah suatu sistem,
baik sebagai suatu sistem perencanaan ,maupun sebagai sistem informasi.
Konsep tersebut bertujuan untuk mengintegrasikan aktivitas perusahaan agar menjadi lebih responsif terhadap berbagai kebutuhan perusahaan seperti : penghapusan proses-proses yang tidak perlu (process elimination), penyederhanaan proses-proses yang rumit atau bertele-tele (process simplification), penyatuan proses-proses yang redundan (process integration), dan pengotomatisasian proses-proses yang manual (process automation).
Konsep tersebut bertujuan untuk mengintegrasikan aktivitas perusahaan agar menjadi lebih responsif terhadap berbagai kebutuhan perusahaan seperti : penghapusan proses-proses yang tidak perlu (process elimination), penyederhanaan proses-proses yang rumit atau bertele-tele (process simplification), penyatuan proses-proses yang redundan (process integration), dan pengotomatisasian proses-proses yang manual (process automation).
Sejarah Perkembangan Enterprise Resource Planning (ERP)
ERP berkembang dari manufacturing resouces planning (MRP
II) dimana MRP II sendiri adalah hasil evalusi dari material requirement
planning (MRP) yang berkembang sebelumnya. Sistem ERP secara modular biasanya
menangani proses manufaktur, logistik, distribusi persediaan (inventori),
pengapalan, invois dan akunting perusahaan. Ini berarti bahwa sistem ini nanti
akan membantu mengontrol aktivitas bisnis seperti penjualan, pengiriman,
produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas dan sumber daya manusia.
Enterprise Resource Planning (ERP) dan pendahulunya,
Manufacturing Resource Planning (MRP II), memungkinkan terjadinya kemajuan yang
sangat besar dalam manajemen proses-proses manufakturing. ERP juga salah satu
faktor penyumbang pada performa ekonomi Amerika yang luar biasa pada era
1990-an. Tidak diragukan bahwa ERP adalah tonggak sejarah dalam proses
industri.
Berikut beberapa contoh
bagus mengenai penerapan ERP di berbagai perusahaan :
- Enterprise Resource Planning
membantu sebuah perusahaan menaikan 20% tingkat penjualannya di tengah
industri yang sedang menurun.
- Enterprise Resource Planning
membantu sebuah perusahaan Fortune 50 dalam mencapai penghematan biaya
yang sangat besar dan mendapatkan keunggulan daya saing yang signifikan.
Berikut ini tahapan
evolusi ERP :
- Tahap I : Material Requirement
Planning (MRP) : Merupakan cikal bakal dari ERP, dengan konsep perencanaan
kebutuhan material.
- Tahap II: Close-Loop MRP :
Merupakan sederetan fungsi dan tidak hanya terbatas pada MRP, terdiri atas
alat bantu penyelesaian masalah prioritas dan adanya rencana yang dapat
diubah atau diganti jika diperlukan.
- Tahap III: Manufakturing
Resource Planning (MRP II) : Merupakan pengembangan dari close-loop MRP
yang ditambahkan 3 elemen yaitu: perencanaan penjualan dan operasi,
antarmuka keuangan dan simulasi analisis dari kebutuhan yang diperlukan
- Tahap IV: Enterprise Resource
Planning : Merupakan perluasan dari MRP II yaitu perluasan pada beberapa
proses bisnis diantaranya integrasi keuangan, rantai pasok dan meliputi
lintas batas fungsi organisasi dan juga perusahaan dengan dilakukan secara
mudah
- Tahap V: Extended ERP (ERP II)
: Merupakan perkembangan dari ERP yang diluncurkan tahun 2000, serta lebih
konflek dari ERP sebelumnya.
Konsep Dasar Enterprise Resource Planning (ERP)
Berikut ini adalah konsep dasar tentang Enterprise
Resource Planning (ERP), antara lain:
- Perencanaan sumber daya
perusahaan, atau sering disingkat ERP dari istilah bahasa Inggrisnya,
enterprise resource planning, adalah sistem informasi yang
diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang
berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang
berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di
perusahaan bersangkutan.
- ERP sering disebut sebagai Back
Office System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum
tidak dilibatkan dalam sistem ini. Berbeda dengan Front Office System yang
langsung berurusan dengan pelanggan seperti sistem
untuk e-Commerce, Customer Relationship
Management (CRM), e-Government dan lain-lain.
Karakteristik Enterprise Resource Planning (ERP)
Sistem ERP memiliki beberapa karakteristik sebagai
berikut:
- Sistem ERP merupakan paket
software yang didesain pada lingkungan client-server baik tradisional
(berbasis desktop) maupun berbasis web.
- Sistem ERP mengintegrasikan
mayoritas bisnis proses yang ada.
- Sistem ERP memproses seluruh
transaksi organisasi perusahaan.
- Sistem ERP menggunakan database
skala enterprise untuk penyimpanan data.
- Sistem ERP mengijinkan pengguna
mengakses data secara real time.
Berikut ini adalah tugas
Tim Proyek Sistem Informasi Grup Semen Gresik :
- Mendefinisikan rencana proyek
yang realistis dan melaksanakan perubahan proses bisnis sesuai tujuan
perusahaan.
- Melaksanakan tahap-tahap
pengembangan dan penerapan sistem dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan
target waktu yang ditentukan.
- Mengusulkan penunjukan
konsultan dan penetapan platform Sistem Informasi Perusahaan.
- Menyusun rencana anggaran dan
melaporkan realisasi biaya proyek.
- Melaksanakan pengadaan barang
dan jasa dalam batas-batas tertentu yang ditetapkan oleh direksi.
- Membuat laporan manajemen secara berkala dan menyusun dokumentasi proyek.
Sebelum diimplementasi, Tim Proyek meneliti lebih jauh
calon user (stakeholder analysis).Salah satu tujuannya: mengetahui sejauh mana
tanggapan dan apresiasi mereka terhadap sistem baru yang akan segera
diimplementasi. Hasilnya, beberapa calon user di sejumlah departemen memang ada
yang menunjukkan resistensi terhadap perubahan, namun secara umum banyak yang
menerima terhadap solusi ini.
Proses selanjutnya adalah perusahaan membeli beberapa
perangkat hardware yang mendukungnya. Pada saat yang hampir bersamaan,
perusahaan membangun jaringan LAN/WAN ke seluruh cabang hingga ke gudang-gudang
yang tersebar di beberapa lokasi .
Dalam mengimplementasikan ERP di Semen Gresik, beberapa
aspek teknis yang dilakukan oleh departemen Information Technology (IT)
diantaranya :
- Mengimplementasikan sofware
J.D.Edwards
- Membangun sistem jaringan
komputer (LAN/WAN)
- Membangun infrastruktur server
dan database
- Membangun tata ruang sistem
informasi
- Menyusun dokumentasi sistem.
Dengan implementasi yang telah dilaksanakan di Semen
Gresik ada beberapa perbaikan yang diperoleh diantaranya :
- Mempercepat proses order dari
distributor sehingga membantu meningkatkan penjualan semen.
- Mempercepat waktu pembuatan
laporan keuangan.
- Meningkatkan keakuratan
informasi
- Proses bisnis yang berlangsung
di perusahaannya jauh lebih efisien. Semua proses bisnis di berbagai
departemen sudah bisa dilakukan secara cepat dan tepat.
- Dari sisi produktivitas
karyawan terjadi peningkatan.
Implementasi ERP di Semen Gresik jelas memerlukan
perubahan-perubahan budaya organisasi terutama dikaitkan dengan cara bekerja,
misalnya karyawan dituntut terus menerus untuk meng-update data karena
informasinya diberikan oleh sistem ini harus bersifat real time. Dengan berjalannya
waktu ternyata pihak Semen Gresik dapat melakukan perubahan budaya organisasi
sehingga user lebih siap dalam mengoperasikan sistem yang baru. Implementasi
ERP di Semen Gresik dapat dilihat bahwa perusahaan tersebut telah mengelola
perubahan-perubahan dengan cukup baik, terbukti dengan dilakukannya aktivitas
berikut :
- Mengelola perubahan-perubahan
yang terjadi sebagai akibat implementasi dengan mengadopsi CAP.
- Melakukan pendekatan-pendekatan
kepada departemen yang akan diimplementasi untuk mendapatkan komitmen.
Komitmen ini sangat penting untuk meyakinkan bahwa mereka akan menggunakan
dan mendukung sistem ERP.
Dari pembahasan diatas,
ada satu faktor penting lagi yang membawa kesuksesan implementasi ERP di Semen
Gresik yaitu komitmen manajemen, dimana dari awal pihak manajemen sudah
mempunyai inisiatif untuk menerapkan sistem ini.
Dengan menerapkan ERP,
maka perusahaan harus memilih antara merubah bisnis proses yang dimilikinya
untuk menyesuaikan dengan sistem ERP atau sebaliknya. Agar dapat memilih, perusahaan
yang akan mengimplementasikan ERP tentunya harus sudah mempunyai bisnis proses
sehingga dapat membandingkan dengan bisnis proses dari sistem ERP. Dari
perbandingan tersebut, jika bisnis proses yang dimiliki perusahaan sudah matang
maka tidak banyak perubahan yang dilakukan. Semen Gresik memutuskan untuk
beberapa bisnis proses ada yang mengikuti sistem J.D.Edwards dan ada yang
tidak.
Dari pembahasan yang
telah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa faktor kunci kesuksesan
implementasi ERP di Semen Gresik, yaitu : bisnis proses yang matang, manajemen
perubahan yang baik, komitmen mulai dari level manajemen sampai ke user, dan
perubahan budaya organisasi. PT. Semen Gresik berhasil mengintegrasikan
perubahan dengan mempertimbangkan business process, people dan IT
Pengertian Bussiness Intelligence Business Intelligence adalah sekumpulan teknik dan alat
untuk mentransformasi dari data mentah menjadi informasi yang berguna dan
bermakna untuk tujuan analisis bisnis. Teknologi BI dapat menangani data yang
tak terstruktur dalam jumlah yang sangat besar untuk membantu mengidentifikasi,
mengembangkan, dan selain itu membuat kesempatan strategi bisnis yang baru.
Tujuan dari BI yaitu untuk memudahkan interpretasi dari jumlah data yang besar
tersebut. Mengidentifikasi kesempatan yang baru dan mengimplementasikan suatu
strategi yang efektif berdasarkan wawasan dapat menyediakan bisnis suatu
keuntungan pasar yang kompetitif dan stabilitas jangka panjang.
Terdapat beberapa
pendapat mengenai definisi dari Business Intelligence, diantaranya :
Secara umum Business
Intelligence (BI) merupakan sebuah proses untuk melakukan ekstraksi data-data
operasional perusahaan dan mengumpulkannya dalam sebuah data warehouse yang
selanjutnya diproses menggunakan berbagai analisis statistik dalam proses data
mining, sehingga didapat berbagai kecenderungan atau pattern dari data
(Choirul, 2006).
Business Intelligence
adalah rangkaian aplikasi dan teknologi untuk mengumpulkan, menyimpan,
menganalisis, dan menyuguhkan akses data untuk membantu petinggi perusahaan
dalam pengambilan keputusan (Stevans, 2008).
Business Intelligence
(BI) merupakan representasi dari aplikasi dan teknologi untuk mengumpulkan,
menyimpan, menganalisa dan menyediakan akses terhadap data untuk membantu user
dalam suatu perusahaan untuk mengambil keputusan yang lebih baik
(Nirwasita,2008).
Karakteristik Business Intelligence
Sistem Business Intelligence yang baik
mempunyai berbagai karakteristik (Stevans,2008), diantaranya :
1.Tujuan utama
Seluruh sistem komputer mempunyai tujuan utama bagi seluruh
pengguna sesuai dengan kebutuhan penguna masing-masing.
2.Ketersediaan data yang relevan
Masalah ketersediaan data merupakan poin yang paling penting
dalam sistem business intelligence yang efektif. Dalam proses pembuat keputusan
sering terjadi penyampaian informasi yang tidak lengkap atau bahkan yang tidak
sebenarnya. Namun dengan dukungan BI, ketersediaan data yang relevan dapat
diatasis ehingga dapat menyuguhkan data-data yang relevan.
3.Kemampuan
Dalam hal ini terdapat kemampuan BI yang paling utama yaitu
dapat memberikan kemudahan akses untuk informasi terbaru dari bisnis yang
berjalan serta peluang yang diproyeksikan, selain itu Bi dapat memenuhi
kapabilitas untuk melakukan analisis dan memenuhi permintaan pengguna.
4.Struktur Pendukung
Dalam BI, sistem pendukung didalamnya tidak hanya terdiri
dari hardware dan software, namun juga terdiri dari suatu proses yang dibuat
untuk pengambilan keputusan yang lebih baik serta untuk menentukan strategi
untuk misi dan tujuan kedepan.
Kegunaan Business Intelligence
Perusahaan menggunakan Business Intelligence
untuk memahami, meningkatkan kinerja, penganggaran biaya yang lebih efisien dan
mengidentifikasi peluang bisnis baru.
Beberapa hal kegunaan Business
Intelligence, antara lain:
- Analisa dalam perilaku konsumen, pola pembelian dan trend penjualan
- Mengukur, melacak dan memprediksi penjualan dan kinerja keuangan
- Penganggaran, perencanaan keuangan dan peramalan
- Mengetahui kinerja kegiatan pemasaran
- Optimalisasi proses dan kinerja operasional
- Meningkatkan efektifitaspengiriman dan pasokan
- Analisa CRM (Customer Relationship Management)
- Analisa Resiko
- Analisa nilai strategis
Perapan Business Intelligence pada PT BANK
MANDIRI(PERSERO)Tbk
Bank Mandiri terus berkomitmen meningkatkan layanan kepada
nasabah melalui penguatan infrastruktur teknologi informasi (TI), sehingga
dapat mendorong tingkat kepuasan nasabah dalam bertransaksi di Bank Mandiri.
Bank Mandiri dalam
pengembangan infrastruktur TI tersebut juga akan mendukung pengembangan bisnis
Bank Mandiri pada 2010, antara lain bisnis retail payment untuk meningkatkan
penghimpunan dana murah, pengembangan high yield business, peningkatan jasa
pelayanan nasabah korporasi dengan memperluas jasa layanan, membangun sinergi antar
unit bisnis termasuk kantor wilayah dan unit pendukung secara menyeluruh, serta
optimalisasi sinergi dengan anak perusahaan.
Sementara itu, Aliansi Unit
Bisnis akan difasilitasi dengan sistem Customer Relationship Management yang
terintegrasi dan dilengkapi Business Intelligence untuk meningkatkan pelayanan
sesuai dengan kebutuhan nasabah. Bank Mandiri juga mengembangkan piranti
Integrated Regulatory Reporting System dan Enterprise Risk Management untuk
memastikan tata kelola perusahaan dijalankan dengan baik.
Bank Mandiri adalah salah
satu bank terkemuka di Indonesia yang memberikan pelayanan kepada nasabah yang
meliputi segmen usaha Corporate, Commercial, Micro & Retail, Consumer
Finance dan Treasury & International Banking. Bank Mandiri pada saat ini
memiliki anak-anak perusahaan untuk mendukung bisnis utamanya yaitu: Mandiri
Sekuritas (jasa dan layanan pasar modal), Bank Syariah Mandiri (perbankan
syariah), AXA-Mandiri Financial Services (asuransi jiwa), Bank Sinar Harapan
Bali (UMKM) serta Mandiri Tunas Finance (jasa pembiayaan),
Per 30 September 2009,
kredit tumbuh 15,7% (Year on Year) atau sebesar Rp 25,5 triliun, yaitu dari Rp
162,8 triliun menjadi Rp 188,3 triliun. Jumlah dana murah meningkat 17,6% atau
sebesar Rp 25,4 triliun, yaitu dari Rp 143,8 triliun menjadi Rp 169,1 triliun.
Net Interest Margin (NIM) mengalami penurunan dari 5,46% menjadi 5,21%. Cost
Efficiency Ratio (CER) membaik dari 43,0% menjadi sebesar 39,0%. Rasio Net NPL
terjaga di level 0,85%. Laba bersih mencapai Rp 4,62 triliun, atau tumbuh 16,8%
dari pencapaian periode yang sama tahun 2008 yang tercatat sebesar Rp 3,95
triliun.
Sumber
http://tugastotolan.blogspot.co.id/2014/06/business-intelligence-pada-pt-bank.html



0 comments:
Post a Comment