Wednesday, November 23, 2016

TM3-STI (D1041151060_Ikram Amarul Arsy)


Enterprise Resource Planning (ERP)
           Enterprise Resource Planning (ERP) atau dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai Perencanaan Sumber Daya Perusahaan merupakan sebuah software kategori bisnis manajemen yang ditujukan untuk proses manajemen inventarisasi dan kontrol pada perusahaan, perencanaan distribusi barang, proses produksi barang, keuangan, pemesanan, dan sejumlah aktifitas lainnya terkait dengan barang di dalam industri atau perusahaan yang dilakukan secara digital. Berikut adalah beberapa perngertian ERP menurut para ahli :

1. Menurut Daniel E. O' Learry dalam bukunya Enterprise Resource Planning System (Systems, Life Cycle, Electronic Commerce and Risk), ERP adalah paket software powerfull yang memungkinkan perusahaan mengintegrasikan berbagai fungsi yang terpisah.

2. Menurut James Hall dalam bukunya Accounting Information Systems (Buku 1, Edisi 13, Halaman 45), ERP adalah model sistem informasi yang memungkinkan perusahaan mengotomatiskan dan mengintegritaskan berbagai proses bisnis utamanya.

3. Menurut Ellen Monk dan Bret Wagner dalam bukunya Concepts in Enterprise Resource Planning (Edisi ke 3, Halaman 1), program ERP adalah core software yang digunakan perusahaan untuk mengkoordinasi informasi pada setiap area bisnis. Program ERP membantu untuk mengelola proses bisnis perusahaan secara luas menggunakan satu database dan satu sistem pelaporan manajemen.

            Untuk sejarahnya sendiri ERP ini  berkembang dari Manufacturing Resource Planning (MRP II) yang pernah dikembangkan sebelumnya. Sistem ERP secara modular biasanya menangani proses manufaktur, logistik, distribusi, persediaan, pengapalan, invoice, dan akuntansi perusahaan.  Ini berarti bahwa sistem ini nanti akan membantu mengontrol aktifitas bisnis seperti penjualan, pengiriman , produksi, manajemen persediaan, manajemen kualitas, dan sumber daya manusia. ERP ini juga biasa disebut sebagai Back Office System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. Berbeda dengan Front Office System yang langsung berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk e-Commerce, Customer Relationship Management (CRM), e-Government dll. Secara modular, secara modular software ERP terbagi atas modul utama yaitu Modul Operasi, serta modul pendukung lainnya yaitu Modul Finansial dan Akuntansi dan Modul Sumber Daya Manusia.

Keuntungan dari penggunaan ERP :

1. Integrasi antara area fungsional yang berbeda untuk meyakinkan komunikasi, produktifitas, dan efisiensi yang tepat.
2. Rancangan perekayasaan.
3. Pelacakan pemesanan dari penerimaan sampai fulfillment.
4. Mengatur saling ketergantungan dari proses penagihan material yang kompleks.
5. Pelacakan 3 cara yang bersesuaian antara pemesanan pembelian, penerimaan inventory, dan pembiayaan.
6. Akuntansi untuk keseluruhan tugas (melacak pemasukan, biaya, dan keuntungan pada level inti)

Kelemahan dari ERP :

1. Terbatasnya kustomisasi dari perangkat lunak ERP.
2. Sistem ERP sangat mahal.
3. Perekayasaan kembali proses bisnis untuk menyesuaikan dengan standar industri yang telah dideskripsikan oleh sistem ERP.
4. ERP sering terlihat terlalu sulit untuk beradaptasi dengan alur kerja dan proses bisnis tertentu dalam beberapa organisasi.
5. Sistem dapat terlalu kompleks jika dibandingkan dengan kebutuhan pelanggan.
6. Data dalam sistem ERP berada dalam satu tempat, contohnya, pelanggan, data, keuangan. Hal ini dapat meningkatkan resiko kehilangan informasi sensitif, jika terdapat pembobolan sitem keamanan.

Contoh penerapan ERP pada PT. KAI

            PT. Kereta Api Indonesia telah resmi mengimplementasikan penggunaan ERP. Sistem ERP yang digunakan oleh PT. KAI ini adalah software SAP. Program SAP ini implementasinya dimulai pada tanggal 1 Juni 2010, dari hal teknis hingga yang terkait masalah sumber daya manusia untuk mengoperasikan program. Tujuan dari penggunaan nya ini yaitu dengan adanya SAP ERP, akan menciptakan sebuah platform tunggal yang terinterkoneksi dengan keuangan, sumber daya manusia, dan kegiatan operasional PT. KAI lainnya. Selain itu, SAP ERP juga bisa berguna untuk menentukan apakah sebuah rute yang dilalui oleh kereta api bisa ditambah frekuensinya atau bahkan bisa dihapuskan. Solusi SAP yang digunakan oleh PT. KAI adalah MySAP CRM (Customer Resource Management), sebuah strategi bisnis yang berbasis konsumen. Mereka juga mengadopsi 2 jenis modul SAP, yaitu :

1. FI (Finance) : Mengurus segala hal yang berkaitan dengan perusahaan
2. HR (Human Resource) : yang berguna untuk mengurus segala hal yang berkaitan dengan karyawan seperti penggajian, manajemen waktu, dan manajemen personalia.

            Berikut penggunaan SAP ERP yang dilakukan oleh PT KAI :

1. PT. KAI mengganti sistem pemsanan tiket perjalanan KA yang dilakukan secara bertahap mulai awal November 2011 dan telah dioperasikan penuh pada 1 Januari 2012.
2. Sistem online ticketing diganti dengan sistem baru yang berbasis web dengan nama Rail Ticketing System. Proses migrasi atau perpindahan ini dilakukan secara bertahap dan dioperasikan penuh pada 1 Januari 2012.
3. Pemesanan tiket, selain dipesan melalui stasiun, juga dapat melalui layanan PT. Pos Indonesia, Contact Center 121, drive thru, vending machine, mobile phone, mobile ticketing, agen, Indomaret, City Terminal Online System (Citos) dan internet.
4. PT. KAI menggunakan sistem tiket tradisional yang dikembangkan oleh internal PT. KAI yang kurang dapat mengakomodasi kebutuhan bisnis angkutan penumpang kereta api di masa depan.

            Proyek Rail Ticketing System (RTS) yang telah dijalankan oleh PT. KAI memiliki beberapa tujuan, antara lain :

1. Memberikan layanan tambahan kepada customer dengan memperbanyak channel dan memberikan pilian opsi mode pembayaran.
2. Optimalisasi penjualan tiket penumpang dengan adanya kemudahan manajemen tarif.
3. Mempermudah aksesibilitas data yang terintegrasi dan real time untuk mendukung keputusan manajemen.
4. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pengelolaan sistem Ticketing.
5. Mengakomodir kebutuhan pengembangan sistem ticketing saat ini dan di masa yang akan datang.

Business Intellingent

Pengertian Business Intelligence

            Menurut Nadia Branon, Business Intelligence merupakan kategori yang umum digunakan untuk aplikasi dan teknologi untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisa, dan menyediakan akses pada data agar dapat membantu pengguna dari kalangan perusahaan agar dapat mengambil keputusan dengan lebih baik dan tepat.
            Secara ringkas Business Intelligence dapat diartikan sebagai pengetahuan yang didapat dari hasil analisis data yang diperoleh dari kegiatan (usaha) suatu organisasi. Business Intelligence biasanya dikaitkan dengan upaya untuk memaksimalkan kinerja suatu organisasi. Business intelligent system merupakan istilah yang umumnya digunakan untuk jenis aplikasi maupun teknologi yang digunakan untuk membantu kegiatan businnes intelligence, seperti mengumpulkan data, menyediakan akses serta menagnalisis data dan informasi mengenai kinerja perusahaan.

Sejarah Business Intelligence

            Istilah Business Intelligence (BI) pertama kali didengungkan pada tahun 1958 oleh seorang peneliti dari IBM yang bernama Hans Peter Luhn. Beliau mendefinisikan istilah intelligence sebagai “Kemampuan dalam mengerti dan memahami suatu hubungan timbal balik antara fakta-fakta yang disajikan sedemikian rupa menjadi suatu landasan dalam bertindak untuk mencapai tujuan yang dikehendaki”. Business Intelligence seperti yang kita ketahui pada saat ini bisa dikatakan sebagai hasil evolusi dari Decision Support System (DSS) yang dimulai sekitar tahun 1960 dan berkembang sampai tahun 1980an. Sekitar tahun 1980an mulai dari DSS, EIS (Executive Information System), data warehouse, OLAP dan Business Intelligence mulai menjadi perhatian dan menjadi suatu kesatuan system. Pada tahun 1989 dalam sebuah artikel terbitan Gartner, Howard Dresner menggunakan istilah Business Intelligence (BI) . Dia menggambarkan istilah tersebut sebagai seperangkat konsep dan metode yang berguna untuk meningkatkan kemampuan pembuatan keputusan dengan bantuan sistem yang berbasiskan fakta atau realita yang terjadi.

Kegunaan Business Intelligence

            Perusahaan menggunakan Business Intelligence untuk memahami, meningkatkan kinerja, penganggaran biaya yang lebih efisien dan mengidentifikasi peluang bisnis baru. Beberapa hal kegunaan Business Intelligence, antara lain :

1. Analisa dalam perilaku konsumen, pola pembelian dan trend penjualan
2· Mengukur, melacak dan memprediksi penjualan dan kinerja keuangan
3· Penganggaran, perencanaan keuangan dan peramalan
4· Mengetahui kinerja kegiatan pemasaran
5· Optimalisasi proses dan kinerja operasional
6· Meningkatkan efektifitaspengiriman dan pasokan
7· Analisa CRM (Customer Relationship Management)
8· Analisa Resiko
9· Analisa nilai strategis
10·Analisa social media

            Jika pada lembaga bisnis (profit organization) Business Intelligence dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja melalui pemilihan strategi bisnis yang tepat, maka pada lembaga pemerintahan (non-profit organization) business intelligence dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja perusahaan melalui peningkatan efisiensi pelaksanaan kerja sehingga pada akhirnya akan tercipta perbaikan layanan pada masyarakat serta pengelolaan anggaran yang tepat. Business Intelligence juga dapat membantu suatu perusahaan dalam menganalisis perubahan trend yang terjadi sehingga akan membantu perusahaan menentukan strategi yang diperlukan dalam mengantisipasi perubahan trend tersebut.

Penerapan Business Intelligent pada aplikasi Partner Relationship Management di PT. Indosat

            Partner Relationship Management (PRM), yaitu suatu istilah dalam bisnis yang digunakan untuk menjelaskan mengenai strategi dan metodologi untuk meningkatkan hubungan dan komunikasi antara perusahaan dengan mitra bisnis/partner perusahaannya. PRM (Partner Relationship Management) bertujuan mendapatkan dan memelihara para mitra untuk meningkatkan penjualan dan ditribusi produk. Partner Relationship Management (PRM) merupakan aplikasi perangkat lunak berbasis web solusi untuk memperbaiki proses untuk mencapai pelanggan melalui penjualan langsung dan distribusi. Aplikasi PRM mengotomatisasi siklus hidup manajemen pendistribusian dan mengkoordinasikan pertukaran informasi antara penjualan, pemasaran dan organisasi layanan. Selain tentang relationship, PRM mencakup tentang memahami kebutuhan mitra bisnis seseorang dan memuaskan kebutuhan tersebut untuk yang terbaik dari kemampuan seseorang sambil membangun kepercayaan antara dua pihak. oleh karena itu, PRM jauh lebih kompleks tidak sekedar mengumpulkan data. Partner Relationship Management (PRM) di Indosat bermanfaat a) Memperluas pendapatan dan peluang pasar baru dengan membangun saluran mitra dinamis. b) Memberikan visibilitas real-time ke dalam hari-hari aktivitas pemasaran dan penjualan untuk pelacakan yang lebih baik dan lebih pendek siklus penjualan. c) Meningkatkan hubungan antar Indosat dan rekanannya dengan memberdayakan rekanannya untuk berkembang di channel anda. d) Kontrol arus informasi dan komunikasi melalui setiap fase dari penjualan rekanan dan proses pemasaran. e) Menyatukan kegiatan Indosat dan rekannya dan manajemen order dalam satu aplikasi.
            Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa Secara umum Business Intelligence (BI) merupakan sebuah proses untuk melakukan ekstraksi data-data operasional perusahaan dan mengumpulkannya dalam sebuah data warehouse. Selanjutnya data di data warehouse diproses menggunakan berbagai analisis statistik dalam proses data mining, sehingga didapat berbagai kecenderungan atau pattern dari data. Hasil penyederhanaan dan peringkasan ini disajikan kepada end user yang biasanya merupakan pengambil keputusan bisnis. Dengan demikian manajemen dapat mengambil keputusan berdasarkan fakta-fakta aktual.
            Begitu juga dengan Partner Relationship Management (PRM), setelah mengumpulkan dan memasukkan data mitra, distributor dan outlet, PRM mempunyai fitur seperti pendaftaran IOC, laporan kunjungan canvasser ke outlet, info member, penjualan starter pack (perdana) yang sell in dan sell out, transaksi penjualan pulsa Indosat, dan perbandingan penjualan starter pack antar provider. material produk (matpro), point atau reward, jumlah populasi outlet tiap bulan, memonitor wilayah penjualan produk Indosat, mengelompokkan outlet-outlet menjadi suatu community, mengetahui jumlah penjualan produk Indosat secara terstruktur. Dengan demikian PRM merupakan aplikasi management yang sangat penting di PT. Indosat (Tbk) , karena dengan adanya aplikasi tersebut dapat membantu kerja clusster officer (co) sedangkan hasil dari data tersebut dapat di pergunakan sales area manager dalam mengambil sebuah keputusan bisnis.
            Penerapan BI pada aplikasi PRM terlihat pada pengukuran kinerja canvasser, penjualan produk di outlet dan distributor, perbandingan starpeck antar provider, monitoring wilayah penjualan produk, dealer performance. Kekurangan dari aplikasi PRM di PT. Indosat Tbk adalah informasi BI masih berupa data table dan belum berupa dasbard yang dapat berfungsi memberikan metrik (ukuran-ukuran) yang menentukan performa perusahaan. Dengan dasbaord BI mampu memberikan informasi kondisi internal dan memberikan sinyal-sinyal untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat dengan lebih cepat. Pada prakteknya, BI akan berfungsi sebagai analis, penghitung scorecard, sekaligus memberikan rekomendasi pada user terhadap tindakan yang sebaiknya diambil. Dengan menjalankan fungsi dashboard, user BI akan mengenali potensi ketidakberesan pada perusahaan sekaligus dengan penyebabnya sebelum hal tersebut berkembang menjadi masalah yang besar. BI akan berfungsi memberikan advance alarm, memberikan informasi trend dan melakukan benchmark.

Sumber :

0 comments:

Post a Comment