1. Enterprise Resource Planning
2. Business Intelligence
Berikut Materi nya...
1. Enterprise Resource Planning
Berikut ini tahapan evolusi ERP :
Tahap I : Material Requirement Planning (MRP) : Merupakan cikal bakal dari ERP, dengan konsep perencanaan kebutuhan material.
Tahap
II: Close-Loop MRP : Merupakan sederetan fungsi dan tidak hanya
terbatas pada MRP, terdiri atas alat bantu penyelesaian masalah
prioritas dan adanya rencana yang dapat diubah atau diganti jika
diperlukan.
Tahap III: Manufakturing Resource Planning (MRP II) : Merupakan pengembangan dari close-loop MRP yang ditambahkan 3 elemen yaitu: perencanaan penjualan dan operasi, antarmuka keuangan dan simulasi analisis dari kebutuhan yang diperlukan.
Tahap IV: Enterprise Resource Planning : Merupakan perluasan dari MRP II yaitu perluasan pada beberapa proses bisnis diantaranya integrasi keuangan, rantai pasok dan meliputi lintas batas fungsi organisasi dan juga perusahaan dengan dilakukan secara mudah .
Tahap
V: Extended ERP (ERP II) : Merupakan perkembangan dari ERP yang diluncurkan
tahun 2000, serta lebih konflek dari ERP sebelumnya
Penjelasan ERP (Enterprise
Resource Planning)
Enterprise
Resource Planning (ERP) atau Perencanaan sumber daya perusahaan adalah sistem
terpadu berbasis komputer yang digunakan untuk mengelola sumber daya internal
dan eksternal berwujud termasuk aset, sumber daya keuangan, bahan, dan sumber
daya manusia .
Perencanaan sumber daya perusahaan,
atau sering disingkat ERP dari istilah bahasa Inggris-nya Enterprise
Resource Planning, adalah sistem informasi yang diperuntukkan bagi
perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan
mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi
maupun distribusi di perusahaan bersangkutan (Wikipedia, 2010).
Enterprise Resource Planning merupakan sebuah teknologi sistem informasi yang
terintegrasi dan digunakan oleh manufaktur kelas dunia dalam meningkatkan
kinerja perusahaan. ERP adalah suatu sistem, baik sebagai suatu sistem
perencanaan ,maupun sebagai sistem informasi (Indrajit dan Permono, 2005).
Menurut O’Leary, ‘ERP systems are
computer based systems designed to process an organization’s transactions and
facilitate integrated and real-time planning ,production, and customer
response. In particular ERP systems will be assumed to have certain
characteristic’ (Indrajit dan Permono, 2005).
https://anisahsh.wordpress.com/2015/08/22/penjelasan-erp-enterprise-resource-planning/
PENGERTIAN ERP adalah sebuah sistem informasi
perusahaan yg dirancang utk mengkoordinasikan semua sumber daya, informasi dan
aktifitas yang diperlukan utk proses bisnis lengkap. Sistem ERP didasarkan pada
database pada umumnya dan rancangan perangkat lunak modular.
PENGERTIAN (con’t) ERP merupakan software yang
mengintegrasikan semua departemen dan fungsi suatu perusahaan ke dalam satu
sistem komputer yang dapat melayani semua kebutuhan perusahaan, baik dari
departemen penjualan, HRD, produksi atau keuangan
Konsep Dasar Enterprise Resource
Planning (ERP)
Berikut ini adalah konsep dasar
tentang Enterprise Resource Planning (ERP), antara lain:
- Perencanaan sumber daya perusahaan, atau sering disingkat ERP dari istilah bahasa Inggrisnya, enterprise resource planning, adalah sistem informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun distribusi di perusahaan bersangkutan.
- ERP sering disebut sebagai Back Office System yang mengindikasikan bahwa pelanggan dan publik secara umum tidak dilibatkan dalam sistem ini. Berbeda dengan Front Office System yang langsung berurusan dengan pelanggan seperti sistem untuk e-Commerce, Customer Relationship Management (CRM), e-Government dan lain-lain.
Implementasi / penerapan ERP
1.TELKOMSEL
PT telkomsel adalah salah satu
perusahaan yang sudah menerapkan ERP ke dalam fungsi bisnisnya.Enterprice
Resource Planning (ERP) adalah suatu alat bantu berupa perangkat lunak yang
terdiri dari modul-modul yang merupakan fungsi standar dari proses bisnis,
diantarnya produksi, penjualan, sumber daya manusia, finansial dan lain-lain
yang terintegrasi dengan satu arsitektur teknogi informasi. Diterapkannya alat
bantu ERP ini dikarenakan tuntutan suatu perusahaan untuk mengikuti standar
internasional, legacy information system, bagaimana peran penjualan, analisis
terhadap biaya, dan bagaimana penulisan best practice, best process dan best
functionality ke dalam suatu perangkat lunak.
2.PT.KONFEKSI
Mencakup produksi
jaket,pakaian,celana dll, dalam PT ini diterapkan juga sistem ERP yang
berfungsi sebagai alat untuk mempermudah dalam bidang komunikasi,misalnya dalam
hal pemesanan,pengantaran,transfer data dsb.Produksi yang dilakukan oleh PT
konfeksi ini sangat tersusun dengan rapi,sehingga para konsumen dapat mudah
dalam melakukan pemesanan atau pentransferan barang.Oleh karena itu ERP sangat
bermanfaat dalam PT ini,karena selain untuk mempermudah pekerjaan,dapat
berfungsi juga sebagai media penghubung dengan para konsumen.
3.GARUDA INDONESIA
Garuda
Indonesia adalah maskapai penerbangan Indonesia yang berkonsep sebagai full
service airline (maskapai dengan pelayanan penuh). Saat ini Garuda
Indonesia mengoperasikan 82 armada untuk melayani 33 rute domestik dan 18 rute
internasional termasuk Asia (Regional Asia Tenggara, Timur Tengah, China,
Jepang dan Korea Selatan), Australia serta Eropa (Belanda).
Pada
tahun 2000 di bagian keuangan mengalami kendala dalam pertukaran dan keakuratan
data . Karena kemudahan yang diperoleh melalui ERP, seperti efisiensi data,
keakuratan data, efisiensi waktu, kemudahaan memonitor transaksi yang
berlangsung dan memudahkan karyawan dalam bekerja.( sesuai pada gambar 4.0).
Selain itu, karena perkembangan bisnis sangat pesat mengharuskan PT Garuda
Indonesia mengoptimalkan kinerja tiap divisi. Dorongan dari kompetitor dari PT
Garuda Indonesia yaitu PT Luthansa Airlines yang telah berhasil menggunakan SAP
dan terbukti berhasil juga menyebabkan PT Garuda Indonesia menggunakan SAP.
DEFINISI
BUSINESS INTELLIGENCE
Business
Intelligence adalah sekumpulan teknik dan alat untuk mentransformasi dari data
mentah menjadi informasi yang berguna dan bermakna untuk tujuan analisis
bisnis. Teknologi BI dapat menangani data yang tak terstruktur dalam jumlah
yang sangat besar untuk membantu mengidentifikasi, mengembangkan, dan selain
itu membuat kesempatan strategi bisnis yang baru. Tujuan dari BI yaitu untuk
memudahkan interpretasi dari jumlah data yang besar tersebut. Mengidentifikasi
kesempatan yang baru dan mengimplementasikan suatu strategi yang efektif
berdasarkan wawasan dapat menyediakan bisnis suatu keuntungan pasar yang
kompetitif dan stabilitas jangka panjang
Karakteristik Business Intelligence
Sistem Business Intelligence yang baik mempunyai
berbagai karakteristik (Stevans,2008), diantaranya :
1. Tujuan utama
Seluruh sistem komputer mempunyai tujuan utama
bagi seluruh pengguna sesuai dengan kebutuhan penguna masing-masing.
2. Ketersediaan data yang relevan
Masalah ketersediaan data merupakan poin yang paling penting
dalam sistem business intelligence yang efektif. Dalam proses pembuat keputusan
sering terjadi penyampaian informasi yang tidak lengkap atau bahkan yang tidak
sebenarnya. Namun dengan dukungan BI, ketersediaan data yang relevan dapat
diatasis ehingga dapat menyuguhkan data-data yang relevan.
3. Kemampuan
Dalam hal ini terdapat kemampuan BI yang paling
utama yaitu dapat memberikan kemudahan akses untuk informasi terbaru dari
bisnis yang berjalan serta peluang yang diproyeksikan, selain itu Bi dapat
memenuhi kapabilitas untuk melakukan analisis dan memenuhi permintaan pengguna.
4. Struktur Pendukung
Dalam BI, sistem pendukung didalamnya tidak hanya
terdiri dari hardware dan software, namun juga terdiri dari suatu proses yang
dibuat untuk pengambilan keputusan yang lebih baik serta untuk menentukan
strategi untuk misi dan tujuan kedepan.
Perusahaan menggunakan Business Intelligence
untuk memahami, meningkatkan kinerja, penganggaran biaya yang lebih efisien dan
mengidentifikasi peluang bisnis baru. Beberapa hal kegunaan Business
Intelligence, antara lain:
2· Mengukur, melacak dan memprediksi penjualan dan kinerja keuangan
3· Penganggaran, perencanaan keuangan dan peramalan
4· Mengetahui kinerja kegiatan pemasaran
5· Optimalisasi proses dan kinerja operasional
6· Meningkatkan efektifitaspengiriman dan pasokan
7· Analisa CRM (Customer Relationship Management)
8· Analisa Resiko
9· Analisa nilai strategis
10·Analisa social media
http://vischaarrofiv.blogspot.co.id/2015/03/definisi-business-intelligence.html
Implementasi Business Intelligence
Business
intelligence pada industri retail
Mengamati
pertumbuhan industri retail di Indonesia, customer relationship management
(CRM) sebagai pemicu utama dalam pelaku bisnis yang cerdik untuk mendesain
ulang fokus bisnis mereka pada pelanggan. Perusahaan retail pada umumnya
memiliki pelanggan yang besar dan pada umumnya pelanggan memiliki keinginan
yang berbeda-beda. Dengan adanya implementasi CRM maka pihak manajemen dapat
mengotomatisasi interaksi dengan pelanggan dan tim penjualan serta dapat
menganalisis data pelanggan yang diperoleh dari POS transaction, layanan
pelanggan, dan lain-lain sehingga pihak manajemen dapat mendapatkan insight terhadap
kebutuhan pelanggan dan mengembangkan hubungan one-to-one dengan
pelanggan, desain dan kampanye promosi, optimalisasi tata letak produk. Analytical
CRM menggunakan business intelligence tools seperti data
warehousing, data mining, dan OLAP. Beberapa penggunaan dari analytical
CRM adalah customer segmentation, campaign/promotion effectiveness
analysis, customer lifetime value, customer loyalty analysis, cross selling,
product pricing, and target marketing (Hair, 2007). Beberapa
perusahaan retail mulai mengajak para pembeli yang belum menjadi member
dengan menerbitkan member card, bekerja sama dengan bank dengan
memberikan potongan harga, dll. Pihak manajemen mulai menyadari pentingnya
mendapatkan data pelanggan yang komprehensif, dimana data tersebut dapat
memberikan informasi seperti karakteristik pelanggan (umur, jenis kelamin,
status pernikahan, pendidikan, pekerjaan, pendapatan per bulan), perilaku
pelanggan (masukan dari pelanggan terkait produk dan layanan, rekomendasi dari
pelanggan terkait produk dan layanan, produk subsitusi yang digunakan oleh
pelanggan, loyalitas pelanggan terhadap layanan suatu merk suatu produk) , dan
pengeluaran pelanggan (harga pembelian, kuantitas, frekuensi pembelian yang
berulang, keinginan pelanggan membeli produk yang lain dan layanan dari
produsen tertentu, dll) (Zhou & Lei, 2011)
http://sis.binus.ac.id/2013/05/27/penerapan-business-intelligence-pada-industri-perbankan-retail-dan-pendidikan/




Itu 1 paragraf keh yang business intelligence pada industri retail?
ReplyDelete