Tuesday, October 11, 2016

(TM2-STI(D1041151076_Rendi Apriandi))



1.       SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PERPUSTAKAAN

Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar diperlukan pula peningkatan kualitas lingkungan dan sumber belajar termasuk pula perpustakaan. Saat ini setiap perpustakaan memerlukan sistem informasi yang terkomputerisasi untuk menunjang pelayanannya kepada pengguna perpustakaan. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan mengaplikasikan sistem otomasi perpustakaan. Pada tulisan ini saya  membahas tentang penerapan system informasi manajemen pada perpustakaan 

Pada dasarnya sistem informasi manajemen pada perpustakaan dikembangkan dari pemikiran dasar bagaimana melakukan otomatisasi terhadap berbagai business process dalam suatu Perpustakaan. Untuk menerapkan sistem informasi manajemen pada perpustakaan diperlukan software (perangkat lunak) yang didesain khusus untuk mempermudah pendataan koleksi perpustakaan, katalog, data anggota /peminjam, transaksi dan sirkulasi koleksi perpustakaan. Dalam pemilihan software yang akan di gunakan dapat memperimbangkan beberapa criteria berikut, antara lain
  1. Bermanfaat
  2. Ekonomis
  3. Handal
  4. Kapasitas
  5. Sederhana
  6. Fleksibel
  7. User friendly

Fitur-fitur yang biasa digunakan dalam menerapkan sistem informasi manajemen pada perpustakaan yaitu
  1. Modul Data Induk Anggota. Menyediakan fasilitas untuk menambah, mengedit dan menghapus data anggota perpustakaan.
  2. Modul Data Induk Buku. Fasilitas untuk menambah, mengedit dan menghapus data buku-buku perpustakaan.
  3. Modul Data Induk Inventaris Buku. Digunakan untuk memasukkan data inventaris buku (fisik), seperti Nomor Inventaris, Tanggal Inventaris dan Asal Buku.
  4. Modul Transaksi. Merupakan fasilitas untuk mencatat peminjaman dan pengembalian buku maupun perpanjangan peminjaman.
  5. Modul Pencatatan Buku Hilang/Rusak
  6. Pendataan buku yang hilang / rusak serta biaya penggantiannya.
  7. Konfigurasi sistem seperti jumlah maksimal peminjaman buku, lama peminjaman, denda per hari, jumlah maksimal perpanjangan buku, dll.
  8. Cetak Laporan
Laporan-laporan yang dapat dihasilkan, antara lain :
  1. Laporan Anggota pada Jurusan
  2. Laporan Anggota pada Tanggal Mendaftar
  3. Laporan Buku pada Jurusan
  4. Laporan Inventaris Buku
  5. Laporan Peminjaman
  6. Laporan Pengembalian
  7. Laporan Buku Yang Belum Dikembalikan
  8. Laporan DendaLaporan Buku yang bermasalah.
Setup User
Setting administrator dan user beserta hak akses terhadap sistem.Penerapan teknologi sitem informasi di perpustakaan dapat digunakan , antara lain :
1.       Penerapan teknologi informasi digunakan sebagai Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan. Bidang pekerjaan yang dapat diintegrasikan dengan system informasi perpustakaan adalah pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, sirkulasi bahan pustaka, pengelolaan anggota, statistic dan sebagainya.
2.       Penerapan teknologi informasi sebagai sarana untuk menyimpan, mendapatkan dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital, perpustakaan ini sering disebut perpustakaan digital.
Kedua fungsi penerapan diatas dapat terpisah atau terintegrasi dalam suatu system informasi tergantung
pada kemampuan softwer yang digunakan, sumber daya manusianya dan infrastruktur peralatan
teknologi informai yang mendukung keduanya.

keuntungan dari penerapan sistem informasi pada perpustakaan diantaranya adalah :
  1. Mengefisiensikan dan mempermudah pekerjaan dalam perpustakaan.
  2. Memberikan layanan yang lebih baik kepada pengguna perpustakaan
  3. Meningkatkan citra perpustakaan
  4. Pengembangan infrastruktur nasional, regional dan global
  5. Dapat memepermudahkan pustakawan dalam mengelola sistem dalam perpustakaan.


2.  SISTEM INFORMASI PEMASARAN

Pertama kita harus mengetahui dulu fungsi dari system informasi pemasaran adalah untuk memberikan informasi yang benar kepada para manager dalam bentuk yang tepat, pada saat yang tepat untuk membantu mereka mengambil keputusan pemasaran yang lebih baik, dan Untuk menghasilkan nilai dan kepuasan pelanggan yang tinggi, perusahaan memerlukan informasi pada hampir setiap langkahnya.

Berarti informasi itu penting bagi perusahaan dimana kebutuhan persaingan dsb, bisa Nampak begitu jelas. Jadi informasi sangat membantu untuk kemajuan perusahaan, dimana zamana yang serba cepat ini persaingan begitu ketat sehingga membuat perusahaan harus terus upgrade atau up to date, supaya tidak tertinggal dan jangan sampai gulung tikar. Tetapi kita juga harus bisa memilah mana informasi yang baik dan benar, karena kebanyakan informasi bisa menimbulkan masalah pasalnya dalam hal penyelesaian nya akan lama dan informasi tetap akan terus berdatangan. Oleh karena itu perusahaan harus merancang sistem informasi yang tepat untuk membantu mereka mengambil keputusan pemasaran yang lebih baik.

SISTEM INFORMASI PEMASARAN (Marketing Information System – MIS) terdiri dari :
1.orang,
2.peralatan, dan
3. prosedur (untuk mengumpulkan, memilah, menganalisis, mengevaluasi, dan mendistribusikan informasi yang diperlukan, dengan segera dan akurat untuk pembuat keputusan pemasaran).


Yang paling utama dari sistem informasi pemasaran adalah melayani manager pemasaran perusahaan dan manager lainnya. Di samping itu MIS juga memberikan informasi kepada mitra eksternal karena untuk mencukupi kebutuhan semua pengguna, maksud nya system ini juga bertujuan untuk memepermudah jalan nya informasi bagi pemasok, penjual perantara, atau agen jasa pemasaran (mitra eksternal).

Dalam system informasi pemasaran ada positif dan negative nya, ada kelebihan dan kekurangan. Dasatu sisi kita membuthkan informasi untuk dapat mengembangkan dan meng-upgrade perusahaan, di sisi lain jika mendapatkan informasi yang berlebihan dapat menghambatkan pekerjaan karena terlalu banyak permasalahan, tetapi sebagai manager yang professional kita harus focus pada sisi positifnya atau kelebihan dari system informasi tersebut, dan hanya membuat suatu antisipasi bila ada masalah diluar dari jangkauan atau diluar dari perkiraan. 

Sekarang memasuki tahap Pengembangan Sistem Informasi Pemasaran :
1. DATA INTERNAL
Kumpulan informasi elektronik tentang konsumen, dan pasar yang diperoleh dari sumber data di dalam jaringan perusahaan.
Manager pemasaran dapat mengakses dan bekerja dengan informasi di dalam database untuk mengenali peluang dan masalah pemasaran, merencanakan program, dan mengevaluasi kinerja.
2. INTELEGEN PEMASARAN
(Marketing Intellegence) adalah kumpulan dan analisis sistematis dari informasi yang tersedia secara umum mengenai pesaing dan perkembangan di pasar. Tujuan intelegen pemasaran adalah memperbaiki pengambilan keputusan strategis, menilai dan melacak tindakan pesaing, serta memberikan peringatan dini tentang peluang dan ancaman.
3. RISET PEMASARAN
Riset Pemasaran (marketing research) adalah desain, kumpulan, analisis, dan laporan sistematis tentang data yang berhubungan dengan situasi pemasaran tertentu yang dihadapi sebuah organisasi.

Selain melengkapi informasi tentang pesaing dan kejadian di pasar, pemasar sering memerlukan studi formal tentang situasi tertentu. Dalam situasi semacam itu, intelegent pemasaran tidak akan menyediakan informasi detail yang diperlukan. Manager akan memerlukan riset pemasaran.
Proses riset pemasaran :
1. Mendefinisikan masalah dan tujuan riset .
2. Mengembangkan rencana riset untuk mengumpulkan informasi .
3. Mengimplementasikan rencana riset, (mengumpulkan dan menganalisis data).
4. Menerjemahkan dan melaporkan hasil penemuan.

Terlihat sedikit berabe atau ribet untuk melakukan sebuah riset tetapi dengan adanya usaha dan kerja keras focus terhadap apa yang dihadapi perusahaan sebagai manager yang baik dan professional serta bertanggung jawab atas jabatan dan pekerjaannya harus senantiasa optimis untuk dapat menyelesaikannya dan akhirnya akan mendapat hasil yang memuaskan.

Karena itu, sistem informasi pemasaran harus membuat informasi itu tersedia bagi manager dan orang lain yang membuat keputusan pemasaran atau berhubungan dengan pelanggan. Dalam beberapa kasus, hal ini berarti menyediakan laporan berkala dan data terkini; dalam kasus lain, hal ini berarti membuat informasi nonrutin tersedia untuk situasi khusus dan keputusan di tempat. Banyak perusahaan menggunakan jaringan dalam dan luar perusahaan untuk menfasilitasi proses ini. Berkat teknologi modern sehingga sekarang manager pemasaran bisa mendapatkan akses langsung terhadap sistem informasi setiap saat dan dari berbagai lokasi virtual.

keunggulan sistem informasi pemasaran, meliputi :
1.      Mengetahui apa saja kebutuhan pelanggan
Sistem informasi pemasran mengolah data-data pemasaran sehingga perusahaan dapat mengetahui barang atau jasa apa yang disukai atau tidak disukai oleh pelanggan serta kebutuhan mengenai barang atau jasa apa saja yang diinginkan oleh pelanggan. Dengan adanya sistem informasi pemasaran yang akurat dapat dijadikan acuan manajer atau pimpinan dalam mengambil keputusan untuk memproduksi atau menyediakan suatu barang atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
2.      Mengetahui Perencanaan Strategi yang lebih efisien dan efektif
Informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi pemasaran dapat digunakan untuk membuat perencanaan dan pemasaran yang lebih efisien dan efektif sehingga membuat perusahaan mampu mencapai sasaran pemasaran.
3.    Mengetahui Pesaing-pesaing yang mengancam persahaan
Informasi yang didapatkan dari sistem informasi pemasaran akan mengidentifikasikan dan meramalkan masalah-masalah pesaing yang akan mengancam kemajuan perusahaan atau usaha. Informasi yang dihasilkan juga dapat membantu menentukan keunggulan bersaing perusahaan atau usaha, misalnya harga yang lebih murah ataupun diferensiasi barang yang lebih bervariasi sehingga dapat dijadikan solusi untuk mengatasi pesaing yang akan mengancam kemajuan perusahaan atau usaha

REFERENSI
http://abanx-gian.blogspot.co.id/2015/11/manfaat-sistem-informasi-pemasaran.html

0 comments:

Post a Comment