Tuesday, October 11, 2016

(TM2-STI (D1041151062_Ifan Varian))

Penerapan Sistem Informasi Berbasis Komputer dan Keunggulannya



1.Sitem Informasi Keamanan Biometrik

    Sistem Informasi Biometrik adalah sebuah metode yang diterapkan pada dunia teknologi informasi untuk proses autentifikasi atau sebagai password untuk mendapatkan hak akses. Perangkat biometrik memiliki metode autentifikasi yang biasa digunakan yaitu dengan mengenali seseorang dari ciri-ciri unik fisiknya dalam berbagai aspek manusia diantaranya fisiologi, kimia, atau perilaku seseorang.


  • Jenis - jenis Biometrik :


1.    Sidik Jari ( Fingerprint )

    Sidik jari merupakan karakteristik alami manusia yang digunakan dalam identifikasi personal sejak lama. Sidik jari yang terdiri dari pola alur (ridge) dan lembah (valley), yang unik untuk tiap individu, bahkan bagi mereka yang kembar sekalipun. Sistem biometrik sidik jari merupakan sistem autentikasi berbasis biometrik yang paling banyak digunakan saat ini karena cenderung memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan mudah untuk diterapkan.
    Dewasa ini terdapat banyak hardware di pasaran dengan menggunakan pengamanan sidik jari. Salah satu yang paling banyak adalah sistem presensi dengan sidik jari. Bahkan pengamanan biometrik ini sudah merambah pula ke note book. Sebagai contoh IBM ThinkPad T42 menggunakan pengamanan sidik jari pada alas pergelangan tangan yang didukung sejumlah peranti di dalam notebook yang disebut sebagai Embedded Security Subsystem. Baru-baru ini Hawlet Packard pun menyusul menggunakan teknologi yang sama untuk laptopnya. Sidik jari setiap manusia mempunyai kode khusus, yakni berupa garis-garis khas pada tiap individu. Sidik jari paling banyak digunakan dengan melakukan pencitraan digital pada jari manusia. Pencitraan 3 dimensi lebih baik dibandingkan dengan pencitraan 2 dimensi. Yaitu dengan meletakkan, menggeser atau mengarahkan jari pada layar / screen atau menggunakan mouse yang dapat membaca sidik jari. Hasil dari pencitraan tersebut berupa data digital yang khas.

2.    Selaput Pelangi ( Iris )

    Retina mata manusia terlindung dan terproteksi dari lingkungan luar. Mata memiliki sifat fisiologi, memiliki ukuran, ketajaman reaksi terhadap cahaya yang berbeda-beda dan akan bereaksi terhadap cahaya dan gerakan/getaran alami untuk mencegah perubahan pada gambar atau subjek lain yang mengarah pada mata. Salah satu bagian tubuh manusia yang bersifat unik dan bisa dijadikan sebagai media pengamanan adalah retina mata karena di dalamnya terdapat iris atau selaput pelangi. Letak selaput pelangi ini berada antara kornea dan lensa mata. Selaput pelangi ini sendiri akan terlihat oleh mata telanjang dari luar mata dan memiliki pola tertentu. Dari pola yang dimiliki oleh selaput pelangi ini, ternyata setiap orang mempunyai pola yang unik. Selain unik pola ini juga memiliki kekonsistenan dan kestabilan yang tinggi bertahun-tahun tanpa mengalami perubahan.
    Dari kondisi ini maka para ahli mata mengusulkan bahwa iris ini dapat dijadikan seperti sidik jari untuk identitas pribadi seseorang. Iris recognition menggunakan selaput pelangi mata yang dikodekan secara digital dan kemudian dijadikan kunci. Proses otentifikasinya membutuhkan dua tahap yakni tahap identifikasi dan tahap verifikasi. Proses ini dapat dilakukan secara one-to-many (1: m) atau one-to-one (1:1). Proses one-to-many akan melibatkan satu databaseyang berisi user id dan iris template pada masing-masing id. Proses capture akan dilanjutkan dengansearching database untuk mencari iris template yang cocok. Sedangkan proses one-to-one akan lebih pada membandingkan dua iris, yaitu hasil scan dan iris template yang sudah disimpan. Dari kedua proses ini sudah tentu proses one-to-onelebih disukai karena prosesnya lebih cepat. Ini disebabkan oleh pembandingan yang dilakukan dalam skala terbatas. Sistem keamanan ini bekerja dengan cara men-scan retina manusia pada jarak tertentu, dan memiliki kemampuan membaca satu orang perdetik. Selain itu produk ini juga membaca retina manusia untuk memastikan manusia tersebut dalam keadaan hidup.

3.    Wajah ( Face )

    Raut wajah dalam penciriannya menggunakan alat scan dengan panas sinyal infra merah (infra red heat scan) untuk mengidentifikasi karakteristik bentuk wajah. Sistem pengenalan wajah sebagai kunci (password) menggunakan ekspresi seseorang yang tanpa dibuat-buat (dramatic) atau dengan kata lain relaxed face. Para psikolog menggolongkan ekspresi wajah ini, secara universal ke dalam 6 (enam) bentuk yakni:happines, sadness, disgust, anger, surprise dan fear. Dari enam ekspresi wajah ini, dapat dibangun suatu sistem yang dapat memahami dan melakukan komunikasi. Sistem analisis ekspresi wajah tersebut ditekankan pada enam ungkapan secara universal, bedasarkan pada gerakan muka dan aktifitas otot.
    Sistem pendeteksian wajah yang terdiri dari enam bagian titik yang dianggap paling dapat dipercaya untuk digunakan. Bagian titik ini terdiri atas: mata, mulut dan alis mata. Akan tetapi jarak antar bagian mata tidaklah cukup diperoleh secara langsung dari bagian titik muka, untuk itu diperlukan suatu bentuk metode pada bagian daerah mata. Bagian yang lain adalah mulut, ini secara global tidaklah cukup untuk menguraikan bentuk mulut. Oleh karena itu untuk mendapatkan bagian ini, diperlukan bagian wajah yang dinormalisir berdasarkan tepian dari pemetaan.
    Dari penjelasan diatas, untuk mengenali bagian-bagian titik tersebut dapat digunakan suatu pendekatan vector quantization yang terawasi.

4.    Suara ( Voice )

     Suara manusia khas dan unik, dapat membedakan antara satu manusia dengan manusia lainnya dilihat dari perbedaan frekuensi, intonasi suara karena jenis suara tidak ada yang sama persis. Aspek yang dapat menjadi perbandingan adalah dasar suara yang keluar dari hidung, gerakan jakun, irama, tingkat suara, frekuensi dan durasi.


5.    Geometri Tangan ( Hand Geometry )

    Sistem ini bekerja atas dasar prinsip keunikan pembuluh darah telapak tangan tiap-tiap individu, bahkan pada kembar siam sekalipun. Sistem memiliki sensor yang mampu mengenali pola telapak tangan seseorang selama hemoglobin deoxidized atau sel darah merah dengan aktif mengaliri pembuluh darah. Dengan kata lain, hanya telapak tangan orang yang masih hidup yang dapat dideteksi.
   Salah satu vendor yang sudah memproduksi perangkat ini adalahPT Fujitsu Systems. Baru-baru ini PT Fujitsu Systems Indonesia meluncurkan perangkat otentifikasi pembaca tapak tangan tanpa sentuh. Palm vein, demikian nama teknologi itu, merupakan teknologi keamanan biometrik yang bisa mengidentifikasi seseorang dari pembuluh darah telapak tangan tanpa menyentuh. Teknologi otentifikasi palm vein itu memanfaatkan keunikan darihemoglobin deoxidized yang ada pada telapak tangan. Perangkat palm vein ini menangkap citra telapak tangan dengan memancarkan sinar sejenis inframerah. Hemoglobin deoxidized di telapak tangan akan menyerap itu. Dengan demikian mengurangi pemantulan dan menyebabkan pembuluh darah tampak seperti pola hitam. Pola pembuluh darah kemudian diverifikasi terhadap pola yang telah didaftarkan untuk mengidentifikasi seseorang.

6.    Tanda Tangan ( Signature )

    Tanda tangan, dengan digunakannya papan dan pena khusus di mana pemakai menulis tanda tangan, dengan cara penciriannya bukan membandingkan bentuk tanda tangan, tetapi membandingkan gerakan (arah) dan tekanan pada pena saat menulis. Seseorang dapat meniru tanda tangan tetapi sulit meniru persis cara (gerakan dinamis dan irama tekanan) saat pembuatan tanda tangan.

7.    Urine

    Contoh lain dari biometrik adalah berdasarkan identifikasi meniru perilaku kucing dan anjing yang menandai daerah batas wilayahnya menggunakan urine. Dengan alat urinalysis, bila pemakai ingin login, maka pemakai harus membawa sampel urine-nya. Sampel urine dimasukkan ke tabung dan segera dilakukan analisis dan ditentukan apakah termasuk salah satu pemakai sistem. Hal ini merupakan bentuk pengaman yang baik tetapi tidak dapat diterima secara psikologis.

8.    Darah

    Identifikasi lain yang juga tidak dapat diterima secara psikologis adalah analisa darah, yaitu dengan disediakannya satu jarum di mana pemakai dapat mencobloskan jari sampai menetes darahnya. Kemudian darah tersebut dianalisis dengan spektografi (blood spectographic analysis) untuk menentukan mengenai pemilik darah tersebut.
    Pengamanan sangat banyak ragamnya, salah satu bentuknya adalah menggunakan metode pencirian otomatis dari karakteristik biologis yang selalu dimiliki dan menjadi ciri khas setiap manusia, dimana pencirian dan penandaan tersebut dikenal dengan biometric.



  •    Prinsip Kerja


Dalam aplikasinya pada pemerintahan elektronik, terdapat beberapa prinsip kerja dari impelementasi
biometrik.

1. Akurasi implementasi biometrik

    Teknologi biometrik akan memberikan peningkatan yang signifikan dalam akurasi pengidentifikasian identitas seseorang dan dapat diadaptasi dalam aplikasi apa saja yang terkait dengan pelayanan pemerintahan elektronik.

2. Metode pembuktian keaslian

    Suatu bentuk dari metode pembuktian keaslian yang kuat dan melekat pada ketetapan pemerintahan elektronik , seperti teknologi biometrik merupakan kebutuhan yang melekat untuk pengidentifikasian. Berkaitan dan bergantung dengan ketetapan efektifitas penggunaan dari pelayanan pemerintahan elektronik serta efektifitas dari proses pengidentifikasian.

3. Pengiriman informasi dalam pelayanan

    Biometrik adalah komponen penting dalam ketetapan dan pengiriman informasi dalam pelayanan pemerintahan elektronik, sebagai tambahan terhadap aplikasi lain. Teknologi biometrik merupakan dasar dari interaksi yang efektif antara pemerintah dan masayarakat dalam pelayanan pemerintahan elektronik, berkaitan dengan penanganan keamanan dan eksekusi pelayanan pemerintahan elektronik. Pemindai biometrik juga dapat digunakan untuk aplikasi lain seperti pengidentifikasian izin mengemudi dan masalah yang berhubungan dengan kesehatan.

4. Privasi masyarakat

    Implementasi biometrik untuk pemerintahan elektronik harus memperhatikan dan menjaga privasi dan kepercayaan masyarakat. Sistem biometrik tidak menjadi standar nyata bagi identifikasi personal tanpa kesadaran dari persepsi dan sikap masyarakat terhadap potensi pelanggaran kearah privasi.

5. Faktor eksternal

    Pemerintah harus waspada terhadap faktor eksternal internasional yang memengaruhi peningkatan penyebaran biometrik. Pengadopsian dan penggunaan dari berbagai teknologi biometrik sebagian besar dipengaruhi oleh politik internasional, misalnya penggunaan untuk proses imigrasi, adanya isu terorisme yang mengharuskan adanya pengidentifikasian seseorang yang akurat. Selain itu, pemerintah juga harus waspada terhadap teknologi biometrik atau teknologi lainnya yang mampu menandinginya.


Keunggulan Sistem Informasi Keamanan Biometrik:

1.Privasi lebih terjaga dengan sistem keamanan biometrik.
2.Akurasi pengidentifikasiaan identitas seseorang sangat signifikan dan akurat.
3.Lebih akurat dan aman dibandingkan dengan sistem keamanan yang lain.
4.Sistem keamanan biometrik sangat sulit ditembus karena menggunakan keunikan karakteristik dari bentuk fisilogi seseorang.






2.Sistem Informasi POS (Point Of Sale)


       Point of Sale (POS) merupakan sistem yang menjalankan proses dan juga transaksi keuangan yang dilengkapi dengan manajemen yang terintegrasi seperti proses transaksi penjualan layaknya mesin kasir, perhitungan inventory/stock barang, perhitungan hutang piutang dsb. Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat keberadaan mesin kasir menjadi inspirasi beberapa inovator untuk menciptakan inovasi yang lebih baik lagi dalam mengembangkan mesin kasir berbasis komputerisasi sehingga terciptalah Point of Sale (POS) ini. Dapat kita temui di berbagai toko retail seperti restaurant, kedai kopi, minimarket, salon dan sebagainya.


     Software

POS software merupakan komponen utama dari sistem POS yang pada akhirnya menentukan jalannya proses, seperti apa yang harus dilakukan dan bagaimana harus melakukan. Menentukan software yang tepat akan sangat bergantung pada fitur yang dibutuhkan dan jenis lingkungan tempat bekerja. Banyak software POS yang sangat fleksibel untuk mengakomidir berbagai usaha. Software yang ditawarkan terdiri dari versi dasar serta versi pro dan setiap perusahaan memakai fitur yang berbeda sesuai dengan kebutuhan.

Untuk mengetahui jenis POS seperti apa yang cocok untuk bisnis anda, ada baiknya tentukan fitur-fitur yang penting dan cara berbisnis seperti apa yang dilakukan. Semua software POS akan menangani transaksi dasar, selain itu masih ada fitur tambahan lainnya yang tersedia, beberapa fitur yang perlu dipertimbangkan adalah:

a.       Inventory Management

Pebisnis perlu mengelola persediaan barang yang dimiliki dan software POS akan membantu mengecek tingkat stok barang dan data penjualan yang terjadi. Pebisnis harus dapat mengetahui setiap detik stok barang untuk memastikan supply kepada pelanggan.

b.      Pelaporan

Keunggulan dari penggunaan POS systems ini adalah dapat mengetahui laporan mengenai penjualan dan kebiasaan pelanggan. Sebagian aplikasi memiliki pelaporan dasar untuk memberikan laporan yang terjadi dalam berbisnis.

c.       Purchasing

Dengan system pelacak inventaris, pebisnis akan mengetahui kapan persediaan barang habis. Beberapa software POS dilengkapi dengan software acconting untuk membuat memberi laporan barang yang hampir kehabisan stok, sehingga pelanggan tak perlu kecewa karena barang tidak ada.

d.      Customer Management

Dengan menentukan aplikasi yang tepat bukan mustahil dapat meciptakan promosi  tertentu, kupon belanja dan proses reservasi pelanggan dihandle dengan satu aplikasi, menciptakan customer experience yang baik akan membuat pelanggan anda kembali lagi.

e.      Standar Keamanan Transaksi

Kebanyakan dari pelanggan senang bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit ataupun debit. Oleh karena itu untuk mempermudah mereka maka system POS harus dilengkapi dengan standar keamanan bertransaksi.

f.        Return Processing

Proses retur dan pertukaran barang ada di setiap bisnis. Software POS yang tepat dapat membantu membuat proses ini lebih mudah bagi Anda dan pelanggan.

Fitur-fitur tersebut merupakan fitur umum yang biasanya tersedia, tetapi yang terpenting adalah mengetahui kebutuhan fitur apa yang cocok yang akan digunakan untuk bisnis anda



 Hardware

Semua POS membutuhkan hardware untuk menjalankan fungsinya, membantu proses pembayaran dan membuat tanda terima untuk pelanggan. Dalam hal pemilihan hardware ini, sebaiknya anda mencocokan dengan lingkungan kerja nantinya. 

a.       Terminal/PC

Dalam hal ini banyak perusahaan yang hanya menggunakan PC sederhana untuk menunjang bisnisnya, tetapi ada POS system yang menyediakan pengoperasian berdaya rendah serta all-in-one unit dengan layar sentuh yang terintegrasi serta dilengkapi card reader. Toko retail kebanyakan menggunakan standar PC sedangkan untuk restaurant menggunakan all-in-one PC (lihat Touch POS). Pada akhirnya kebutuhan pebisnis lah yang menentukan kebutuhan akan PC terserbut.

b.      Receipt Printer

Disetiap transaksi selalu diakhiri dengan mencetak tanda terima untuk pelanggan, apabila printer bermasalah maka proses kerja POS akan terganggu, jadi pastikan untuk mempunyai printer yang mendukung volume cetak dan mudah digunakan. Saat ini printer thermal yang lebih mudah untuk digunakan dan tidak harus berurusan dengan tinta. (lihat POS Printer)

c.       Cash Drawer

Cash Drawer merupakan komponen yang paling sederhana tetapi merupakan tempat paling nyaman untuk menyimpan uang tunai, cek dan penerimaan kartu kredit sepanjang penjualan. Laci biasanya terhubung ke printer dan terbuka secara otomatis dalam setiap transaksi. (lihat Cash Drawer)

d.      MSR/Terminal Pembayaran

Alat ini digunakan untuk pembayaran yang berbasis kartu kredit atau debit dan setiap system POS membutuhkan sarana untuk dapat membaca dan memproses kartu tersebut. Kemampuan MSR ini tergantung pada perangkat lunak yang digunakan. (lihat Magnetic Card Reader)

e.      Barcode Scanner

Merupakan bagian terpenting untuk mempercepat proses memasukan barang dan proses pelayanan penjualan. Untuk kebutuhan pelayanan pembelian pelanggan yang cepat bisa menggunakan tipe hands-free (lihat barcode scanner)




Dengan mengenal komponen-komponen pendukung POS, diharapkan anda dapat menentukan sistem POS yang tepat untuk kebutuhan bisnis anda, untuk mempermudah anda dalam melakukan merakit dan menentukan komponen yang mana yang akan digunakan Axopos menyediakan paket POS yang langsung bisa dipakai.


 Cara Kerja POS

1.Transaksi 

Dengan adanya perangkat lunak pembayaran dengan model Point of sale (POS) para pengusaha bisa memanfaatkan kartu debit atau kredit saat konsumen melakukan pembayaran langsung pada saat transaksi. Terminal POS secara elektronis terkoneksi ke bank milik si pengusaha/pemilik toko, yang pada gilirannya terkoneksi ke financial tracking system dunia. Fitur-fitur perangkat lunak Point of sale yang diperlukan dalam bisnis misalnya menampilkan transaksi dan menghitung pajak penjualan atau diskon. Perngkat lunak POS biasanya memiliki platform inventory-tracking yang bisa segera menghapus item dari inventori pada saat transaksi penjualan terjadi. Para pengusaha restoran/rumah makan bisa menggunakan program lainnya – misalnya aplikasi tracking tempat duduk tamu dan waiting list – yang diintegrasi dengan program aplikasi POS.

2.Berbasis-Internet 

Sistem POS yang berbasis-Internet biasa digunakan pada bisnis yang memiliki multi lokasi. Si pemilik bisa mengakses total harian pendapatan dari semua lokasi dari satu lokasi remote, juga dia bisa mengetahui penjualan harian. Pewaralaba dan pebisnis yang memiliki kantor-kantor satelit juga bisa melacak penjualan dengan sitem POS yang terkoneksi. Sitem POS bisa dikembangkan agar bisa berinteraksi dengan sitem akunting yang sudah ada untuk melacak pengeluaran, payroll dan jam kerja staf, inventori dan pendapatan. Aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan seperti Merchant OS bisa melakukan back-up data tiap malam, unduh katalog supplier, melacak inventori dan pembelian konsumen serta melakukan pengiriman email berisi penawaran-penawaran khusus.

3.PerangkatKeras 

Counter-counter transaksi Point of sale harus bisa mencetak salinan struk pembelian untuk konsumen. Printer dot matrix dan printer thermal (yang memanfaatkan panas) tersedia untuk tujuan ini, namun printer thermal lebih mahal. Printer Thermal bisa mencetak lebih cepat, tidak berisik, dan lebih tahan lama karena lebih sedikit bagian-bagian yang perlu bergerak pada saat mencetak struk. Perusahaan yang memberi layanan pemrosesan kredit seharusnya menyediakan printer-printer ini. Cash drawer terkoneksi ke perangkat lunak POS dan biasanya diatur agar terbuka saat kasir mengakhiri proses transaksi. Cash drawer harus aman dan dibuka secara manual hanya oleh para manajer. Card reader juga terintegrasi dengan sistem POS agar konsumen bisa menggesekkan kartu kredit atau debit nya lalu memasukkan PIN. Card swipe reader umumnya dijual satu paket oleh bank penyedia jasa pemrosesan kredit. Sebagian besar perangkat keras POS juga menyertakan pemindai barcode agar kasir bisa secara elektronik menangkap harga item, yang secara otomatis dimasukkan ke program kendali transaksi dan inventori. Sebagian besar perangkat keras POS yang lain juga bisa dibeli secara terpisah sebagai peranti plug-and-play tambahan.


Keunggulan Sistem POS:

1.Dapat meningkatkan citra usaha
2.Mempermudah pengelolaan trnsaksi
3.Dapat meningkatkankan kualitas pelayanan terhadap konsumen
4.Mempermudah melakukan proses controlling terhadap semua trnsaksi yang terjadi
5.Konsumen dapat melakukan beragama pembayaran






REFERENSI:


Sistem Informasi Biometrik:
Sistem Informasi Pos:
https://pradiptadevie.wordpress.com/2012/05/16/p-o-s-point-of-sale/
http://www.olsera.com/id/blog/apa-itu-pos-mengenal-keunggulan-point-of-sales-untuk-retail-cafe-maupun-restoran/29


0 comments:

Post a Comment