Monday, November 21, 2016

TM3-STI (D1041151066_Risnu Arya Kusuma)

Enterprise Resource Planning


ERP adalah  paket software yang melibatkan banyak modul software yang  berkembang terutama dari sisitem tradisional Manufacturing Resource Planning  (MRP II). Tujuan dari ERP adalah untuk mengintegrasikan proses-proses kunci organisasi seperti order entry, manufacturing, pembelian dan utang dagang, penggajian, dan sumber daya manusia. Dalam model system informasi tradisional tiap departemen atau fungsi mempunyai system komputer sendiri yang didesain untuk  mengoptimalkan kinerjanya tiap departeman dan fungsi. ERP menggabungkan semua ini menjadi satu system yang terintegrasi yang mengaskses satu database sehingga memungkinkan sharing informasi dan  meningkatkan komunikasi dalam perusahaan.

Gambaran ERP adalah sebagai berikut:

  • Sistem ERP adalah suatu paket perangkat lunak yang didesain untuk lingkungan pelanggan pengguna server, apakah itu secara tradisional atau berbasis jaringan.
  • Sistem ERP memadukan sebagian besar dari proses bisnis.
  • Sistem ERP memproses sebagian besar dari transaksi perusahaan.
  • Sistem ERP menggunakan database perusahaan yang secara tipikal menyimpan setiap data sekali saja.
  • Sistem ERP memungkinkan mengakses data secara waktu nyata (real time).
  • Dalam beberapa hal sistem ERP memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan perencanaan.
  • Sistem ERP menunjang sistem multi mata uang dan bahasa, yang sangat diperlukan oleh perusahaan multinasional.
  • Sistem ERP memungkinkan penyesuaian untuk kebutuhan khusus perusahaan tanpa melakukan pemrograman kembali.
Konsep tersebut bertujuan untuk mengintegrasikan aktivitas perusahaan agar menjadi lebih responsif terhadap berbagai kebutuhan perusahaan seperti : penghapusan proses-proses yang tidak perlu (process elimination), penyederhanaan proses-proses yang rumit atau bertele-tele (process simplification), penyatuan proses-proses yang redundan (process integration), dan pengotomatisasian proses-proses yang manual (process automation).
Tujuan sistem ERP adalah untuk mengkoordinasikan bisnis organisasi secara keseluruhan. ERP   merupakan software yang ada dalam organisasi/perusahaan untuk:
§  Otomatisasi dan integrasi banyak proses bisnis
§  Membagi database yang umum dan praktek bisnis melalui enterprise
§  Menghasilkan informasi yang real-time
§  Memungkinkan perpaduan proses transaksi dan kegiatan perencanaan
Adapun beberapa keuntungan dari penggunaan sistem ERP ini antara lain :
  1. ERP menawarkan sistem terintegrasi di dalam perusahaan, sehingga proses dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
  2. ERP juga memungkinkan melakukan integrasi secara global. Halangan yang tadinya berupa perbedaan valuta, perbedaan bahasa, dan perbedaan budaya, dapat dijembatani secara otomatis, sehingga data dapat diintegrasikan.
  3. ERP tidak hanya memadukan data dan sumber daya, tetapi juga menghilangkan kebutuhan pemutakhiran dan pembetulan banyak sistem komputer yang terpisah.
  4. ERP memungkinkan manajemen mengelola operasi, tidak hanya sekedar memonitor saja. Dengan ERP, manajemen tidak hanya mampu untuk menjawab pertanyaan ’Bagaimana keadaan kita ?’ tetapi lebih-lebih mampu menjawab pertanyaan ’Apa yang harus kita kerjakan untuk menjadi lebih baik ?’
  5. ERP membantu melancarkan pelaksanaan manajemen supply chain dengan kemampuan memadukannya.
Seiring dengan perkembangan teknologi, kini ERP sudah dapat digunakan di berbagai perusahaan, namun sayangnya kesadaran akan pentingnya sistem ERP masih tergolong rendah. Padahal untuk dapat bersaing di pasar sistem tersebut perlu diterapkan.
Penerapan ERP pada suatu perusahaan, Perusahaan tersebut akan memperoleh keuntungan berupa kemudahan perencanaan produksi, proses pemesanan, manajemen persediaan, pengiriman maupun keuangan sehingga dapat mendukung pencapaian keberhasilan perusahaan dan Anda bisa lebih fokus kedalam proses strategi bisnis.

Implementasi sistem informasi yang berbasis ERP.

Layak sebuah sistem informasi, sebagai sebuah proses implementasi ERP dapat dibagi menjadi tiga fase. Yaitu fase inisiasi, pelaksanaan dan penyelesaian proses. Namun secara lebih mendetail, fase-fase ini dibagi menjadi fase insiasi, fase evaluasi, fase negosiasi dan persetujuan, fase modifikasi, fase penyelesaian, dan fase eksploitasi. Diantara fase-fase ini sangat mungkin terdapat tambahan tahapan rekayasa proses bisnis dan konversi data.
Sebagaimana dijelaskan pada bagian awal, tujuan dari implementasi ERP adalah untuk menjalankan bisnis dengan lebih baik. Oleh Karena itu, implementasi harus dilakukan oleh orang yang menjalankan bisnis itu sendiri.  Bagaimana implementasi ERP dapat dilakukan dengan baik tentunya membutuhkan beberapa prasyarat dan kondisi sebagai berikut :
  • Implementasi ERP merupakan proyek besar yang mencakup proses pengambilan   keputusan dan melibatkan banyak orang di perusahaan, termasuk manajemen.
  • Implementasi ERP harus dikerjakan oleh orang-orang yang terlibat dalam proses bisnis sehingga tanggung jawabnya tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada vendor. Konsultan atau vendor memang dapat membantu dalam transfer pengetahuan, namun pelaku bisnis adalah pihak yang paling mengerti serta memiliki kewenangan dan otoritas untuk mengubah cara dalam mengerjakan sesuatu.
  • Implementasi ERP dapat berjalan apabila melibatkan pihak / orang yang kelak akan mengoperasikan sistem tersebut. Oleh karenanya tidak dapat dipisahkan antara implementator dengan user.  Mereka harus menjadi bagian yang menyatu dalam sebuah tim.
  • Implementasi ERP membutuhkan pengorbanan waktu dari serangkaian pekerjaan rutin yang dilakukan oleh orang yang terlibat dalam bisnis dan operasional sehari-hari. Proses implementasi memang tidak dapat dijadikan prioritas utama, tetapi tidak boleh dijadikan prioritas kedua dibawah prioritas rutin dalam menjalankan bisnis dan operasional. Dalam hal ini dibutuhkan kerelaan untuk meluangkan waktu.
  • ERP adalah bukan sekedar suatu sistem komputer. ERP merupakan ‘people system’ yang dijalankan dengan dukungan software dan hardware. Sehingga membutuhkan dukungan dan partisipasi dan manajemen. Dukungan dan keterlibatan manajemen inilah yang sangat menentukan keberhasilan.
  • ERP memerlukan serangkaian nilai baru dalam menjalankan bisnis. Jika perusahaan yang menerapkan ERP tidak mampu mengubah proses kerja, maka implementasi ERP akan berakibat buruk. Karena aliran data antar fungsi akan terjadi dengan sangat cepat.

       Penerapan ERP

ERP banyak diterapkan di perusahaan seperti misalnya PT. PERTAMINA. Definisi ERP menurut perusahaan ini adalah komoditas produk atau software system untuk mencatat secara terintegrasi  proses produksi, penjualan, dan seberapa banyak transaksi yang terjadi, hingga berapa suplai yang dibutuhkan. Banyak produsen yang yang fokus pada sistem ERP, salah satunya adalah SAP AG.
PT. PERTAMINA mulai tahun 2009 akan memakai versi mySAP ERP atau sering disebut mySAP 2005 atau mySAP saja, setelah sebelumnya memakai generasi SAP R/3. mySAP 2005 akan membantu perusahaan dalam manajemen jalur suplai, manajemen hubungan dengan konsumen, manajemen masa edar (life-cycle) produk, dan manajemen hubungan dengan penyuplai. mySAP 2005 misalnya sebagai salah satu generasi dari SAP, akan melengkapi solusi secara terintegrasi untuk analisis dan inteligen bisnis, termasuk manajemen usaha strategis dan keuangan, operasi, dan analisis kekuatan kerja.
PT. PERTAMINA dengan lingkup bisnis yang luas dan besar,pasti memerlukan sekali perangkat lunak yang membantu semua proses bisnisnya secara terintegrasi. Itulah sebab dipilih mySAP. Namun sekali lagi bahwa software ini hanyalah sekedar tool yang membantu perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, tetapi yang terpenting adalah proses bisnis yang didefinisikan di dalam sistem dan orang yang menjalankan sistem tersebut.
Beberapa hal yang dapat dipelajari dari implementasi ERP di Pertamina adalah sebagai berikut.
  1. Keselarasan antara Business Process, Peopledan IT.
  2. Metode pengembangan system
  3. Pemanfaatan project management
  4. Keselarasan antar company’s directiondengan IS’s direction


S  Sumber:
      https://kuliahitblog.wordpress.com/2016/02/03/perusahaan-perusahaan-yang-menggunakan-aplikasi-erp/
      https://killuazoldyck10.wordpress.com/2013/08/03/konsep-dasar-erp/
      8thinktank.co.id/erp-software/apa-itu-erp-software/
      muchamadaliffarizani.blogspot.com/2014/09/makalah-tentang-erp.html
      astrihardi.blogspot.com/2014/06/makalah-erp.html



Business Intelligence

Business Intelligence adalah proses, teknologi, dan aplikasi yan umumnya digunaan untuk analisis data tersruktur yang ada di internal perusahaan. Menurut Forrester adalah satu set metologi,proses,arsitetur dan teknologi yang mengubah data mentah menjadi informasi yang berguna, untuk membantu pengambilan keputusan.
Perusahaan menggunakan BI untuk memperoleh lebih dalam lagi mengenai segala informasi yang berhubungan dengan kinerja bisnis. Hal ini digunakan untuk memahami, meningkatkan kinerja, penganggaran biaya yang lebih efisien dan mengidentifikasi peluang bisnis baru. Beberapa hal kegunaan BI, antara lain:
  • Analisa dalam perilaku konsumen, pola pembelian dan trend penjualan
  • Mengukur, melacak dan memprediksi penjualan dan kinerja keuangan
  • Penganggaran, perencanaan keuangan dan peramalan
  • Mengetahui kinerja kegiatan pemasaran
  • Optimalisasi proses dan kinerja operasional
  • Meningkatkan efektifitaspengiriman dan pasokan
  • Analisa CRM (Customer Relationship Management)
  • Analisa Resiko
  • Analisa nilai strategis
  • Analisa social media

            BI di dalam Organisasi Kepolisian

            Dalam pembangunan system Business Intelligence (BI) di dalam organisasi Kepolisian bisa diterapkan dalam pengolahan data di bidang Humas ( hubungan masyarakat ) Polri di tingkat Polda hingga ke tingkat Mabes.BI digunakan dalam Penggunaan data di Humas tingkat Polda. Tugas dan peranan Humas sangat penting dalam memberikan informasi kepada pimpinan selain itu juga bisa dengan cepat untuk menjawab apa yang menjadi kebutuhan dalam organisasi maupun kepada pelayanan masyarakat  serta keterbukaan informasi kepada publik. Oleh karena itu diperlukan system yang disebut dengan BI  dalam menyampaikan data atau laporan.
               Untuk membuat Business Intelligence (BI) Bidang Humas Polres hingga  tingkat Polda sudah pasti membutuhkan jaringan intranet, system pendukung dan beberapa aplikasi , Selanjutnya dia dapat menyajikannya dalam bentuk tabel atau dalam berbagai bentuk grafik yang dapat dipilih. Setelah report disajikan, user diberi fasilitas untuk menyimpan tampilan report tersebut dalam bentuk excel, xml, pdf, jpeg, dan lain-lain sesuai kebutuhan.


http://rinaindriyani91.blogspot.co.id/2013/12/business-intelligence.html

0 comments:

Post a Comment